Bandar Lampung (Lampost.co) – Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/Radin Inten menggelar Upacara Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Yustisi Polisi Militer Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Jumat, 13 Februari 2026.
Upacara dipimpin oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) XXI/Radin Inten Andrian Susanto selaku inspektur upacara, dan diikuti jajaran prajurit serta unsur terkait.
Kepala Staf Kodam XXI/Radin Inten, Brigadir Jenderal TNI Andrian Susanto menegaskan bahwa Operasi Gaktib dan Yustisi tergelar setiap tahun. Ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk meningkatkan disiplin, kepatuhan hukum, serta profesionalisme prajurit dan PNS TNI.
Kemudian ia menyampaikan, tema Operasi Gaktib dan Yustisi tahun ini yakni “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju”. Ini harus menjadi pedoman seluruh prajurit dalam menjalankan tugas.
“Tema ini harus menjadi pedoman sekaligus komitmen seluruh prajurit. Terlebih dalam melaksanakan tugas, menjaga kehormatan diri, satuan, dan institusi TNI,” ujar Andrian.
Selanjutnya ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas prajurit seiring perkembangan teknologi. Termasuk dalam menghadapi kejahatan siber dan penyalahgunaan media sosial.
“Saya menekankan agar terus meningkatkan kemampuan mengikuti perkembangan teknologi. Termasuk dalam pencegahan dan penindakan terhadap kejahatan siber serta penyalahgunaan media sosial yang dapat merusak citra TNI,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh prajurit untuk memegang teguh sumpah prajurit, Sapta Marga, dan Delapan Wajib TNI. Prajurit juga perlu responsif terhadap perkembangan situasi melalui deteksi dini, cegah dini, dan reaksi cepat.
“Solid, kompak, integratif, dan sinergis bersama seluruh komponen bangsa serta selalu menjaga kepercayaan rakyat. TNI harus kreatif dan inovatif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi guna mendukung fondasi kekuatan TNI,” katanya.








