• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 01/09/2025 04:11
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Politik

Film Dirty Vote Dituding Berbau Fitnah, Begini Komentar Ahli Hukum Tata Negara

EffranbyEffran
12/02/24 - 15:10
in Politik
A A
Film Dirty Vote Dituding Berbau Fitnah, Begini Komentar Ahli Hukum Tata Negara

Poster Film Dirty Vote rilis di Youtube pada Minggu, 11 Februari 2024. Dok Dirty Vote

Bandar Lampung (Lampost.co) – Film Dirty Vote garapan Dandhy Laksono menuai prokontra sejak perilisan pada Minggu, 11 Februari 2024. Pasalnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, menuding karya dokumenter itu sebagai fitnah dan tak mendasar.

Hal itu disampaikan Wakil Komandan Echo (Hukum dan Advokasi) TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman. Atas polemik itu, Ahli Hukum Tata Negara Universitas Lampung, Budiono, mengatakan film Dirty Vote menyajikan data-data dan kajian dalam bentuk karya jurnalistik.

Seluruh pemaparan dari tiga ahli hukum tata negara itu bersifat objektif. Untuk itu, pihak yang merasa film tersebut sebagai fitnah dan hoaks perlu dijawab dengan data dan bukti yang kuat.

“Ketiga ahli hukum ini bekerja dengan penuh analisis sehingga data-datanya harus dijawab data dan analisis juga, bukan hanya pernyataan atau intimidasi. Itu justru tidak bagus untuk pendidikan politik dan kesadaran masyarakat,” ujar Budiono, kepada Lampost.co, Senin, 12 Februari 2024.

Dosen Fakultas Hukum Unila itu menilai karya itu seharusnya mendapatkan apresiasi. Sebab, keberanian tiga pakar hukum itu jarang terjadi. Dirty Vote justru dapat menjadi jawaban di tengah keraguan masyarakat terhadap pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

“Ini bentuk kecintaan pakar hukum terhadap Indonesia karena melihat demokrasi itu menuju kehancuran dan degradasi yang sangat cepat sekali di era yang seharusnya terjadi konsolidasi demokrasi,” ujarnya.

Untuk itu, masyarakat harus menonton film itu sebagai bagian pendidikan politik. Sebab, kesadaran masyarakat untuk ikut terlibat dalam pesta demokrasi harus benar-benar dilakukan.

“Persoalan bangsa ini bukan hanya tugas tiga orang ini saja, tetapi seluruh masyarakat Indonesia juga. Pilihan masyarakat menentukan bangsa Indonesia ke depan,” kata dia.

Effran

Tags: dokumenterFILM
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir saat memberi keterangan pers di kompleks parlemen. Dok DPR RI

Golkar Nonaktifkan Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir

byTriyadi Isworoand1 others
31/08/2025

Jakarta (Lampost.co) - Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar menonaktifkan Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir sebagai anggota DPR. Keputusan tersebut...

Tangkapan layar- Presiden Prabowo Subianto (enam kiri) didampingi Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tujuh kiri) dan elit politik lainnya saat memberikan pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (31/8/2025).

Presiden Prabowo Ajak Elit Politik Peka dan Berpihak Kepentingan Rakyat

byTriyadi Isworoand1 others
31/08/2025

Jakarta (Lampost.co) – Presiden RI Prabowo Subianto bertemu dengan sejumlah pimpinan lembaga negara dan partai politik untuk membahas perkembangan situasi...

Sekretaris Jenderal PAN Viva Yoga Mauladi, menyampaikan keterangan pers Minggu, 31 Agustus 2025. Dok Instagram PAN @amanatnasional

PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya sebagai Anggota DPR RI

byTriyadi Isworoand1 others
31/08/2025

Jakarta (Lampost.co) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) menonaktifkan Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan Surya...

Load More
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.