Bodo (Lampost.co)–Keajaiban di Lingkaran Arktik kembali memakan korban raksasa Eropa. Dalam laga leg pertama play-off knockout Liga Champions 2025/2026 yang berlangsung di Aspmyra Stadion, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB, tuan rumah Bodø/Glimt sukses membungkam raksasa Italia, Inter Milan, dengan skor meyakinkan 3-1.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi pasukan Cristian Chivu yang datang sebagai unggulan. Cuaca ekstrem dan lapangan sintetis di Norwegia Utara terbukti kembali menjadi momok menakutkan bagi tim-tim papan atas Benua Biru.
Jalannya Pertandingan
Bodø/Glimt memulai laga dengan intensitas tinggi khas gaya kepelatihan Kjetil Knutsen. Pada menit ke-20, stadion bergemuruh saat Sondre Brunstad Fet memecah kebuntuan. Berawal dari umpan tumit cerdik Kasper Høgh, Fet melepaskan tembakan mendatar yang gagal Yann Sommer halau. Skor 1-0 untuk tuan rumah.
Baca juga: Dortmund Amankan Kemenangan di Signal Iduna Park
Inter Milan sempat memberikan respons cepat. Sepuluh menit berselang, penyerang muda Francesco Pio Esposito menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Pemain berusia 20 tahun itu menunjukkan kelasnya dengan berputar di dalam kotak penalti sebelum menyarangkan bola ke pojok gawang setelah menerima umpan matang Carlos Augusto.
Memasuki babak kedua, Inter sebenarnya lebih mendominasi penguasaan bola hingga 58 persen. Namun, efektivitas serangan balik Bodø/Glimt menjadi pembeda. Pada menit ke-61, Jens Petter Hauge, mantan pemain AC Milan, menghukum rival sekotanya itu lewat tendangan melengkung indah yang bersarang di pojok atas gawang Inter.
Hanya berselang tiga menit, lini pertahanan Nerazzurri kembali ceroboh. Kasper Høgh yang tampil gemilang sepanjang laga mengunci kemenangan menjadi 3-1 setelah mengonversi assist Ole Didrik Blomberg. Skor ini bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Badai Cedera dan Krisis Lini Depan
Selain kekalahan skor, Inter Milan juga membawa kabar buruk dari ruang ganti. Kapten tim, Lautaro Martinez, terpaksa ditarik keluar karena cedera yang tampak cukup serius. Kondisi ini memperparah krisis cedera Inter setelah sebelumnya kehilangan Hakan Calhanoglu.
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, dalam konferensi pers usai laga mengakui timnya melakukan terlalu banyak kesalahan di lini belakang. “Kami harus menganalisis kegagalan malam ini. Bermain di rumput sintetis dengan suhu di bawah nol derajat memang sulit, tapi itu bukan alasan bagi Inter untuk tampil tanpa konsentrasi,” ujarnya.
Misi Berat di San Siro
Hasil ini menuntut Inter Milan untuk menang dengan selisih minimal tiga gol pada leg kedua jika ingin melaju ke babak 16 besar secara langsung. Pertandingan penentuan tersebut akan berlangsung di San Siro, Rabu (25/2/2026).
Bagi Bodø/Glimt, kemenangan ini memperpanjang catatan impresif mereka di kompetisi Eropa musim ini setelah sebelumnya sempat mengejutkan Manchester City dan Atletico Madrid di fase liga. Tim berjuluk Superlaget ini selangkah lagi akan mencetak sejarah baru di kompetisi paling bergengsi di dunia.
Susunan Pemain:
Bodø/Glimt: Khaikin; Sjovold, Bjørtuft, Gundersen, Bjorkan; Fet, Berg, Evjen; Blomberg, Hogh, Hauge.
Inter Milan: Sommer; Pavard, Akanji, Bastoni; Darmian, Barella, Sucic, Zielinski, Carlos Augusto; Esposito, Lautaro Martinez.







