Bandar Lampung (lampost.co)–Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memasang target ambisius untuk menghapuskan angka putus sekolah di seluruh wilayah Lampung pada tahun 2026. Pemerintah Provinsi berkomitmen memastikan seluruh program pendidikan berjalan sesuai rencana guna menjamin hak belajar setiap anak tanpa terkecuali.
Gubernur Mirza menegaskan bahwa akses pendidikan merupakan prioritas utama yang tidak boleh terhambat oleh kendala apa pun. Ia memerintahkan jajarannya untuk memetakan berbagai persoalan di lapangan yang berpotensi menghentikan langkah anak-anak dalam menempuh pendidikan.
“Kami tidak ingin ada anak putus sekolah di tahun 2026 ini. Kita harus memitigasi sejak dini berbagai masalah di lapangan yang bisa menjadi penyebabnya,” ujar Rahmat Mirzani Djausal dalam keterangannya di Bandar Lampung, Rabu, 18 Februari 2026.
Faktor Ekonomi
Gubernur menginstruksikan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk bekerja sesuai jalur (on track) dan memenuhi indikator. Fokus utama pemerintah mengantisipasi faktor ekonomi dan sosial yang sering menjadi penyebab anak putus sekolah.
“Kami tengah merancang perencanaan mitigasi terhadap hal-hal yang bisa menghambat akses pendidikan. Kita harus memastikan program-program berjalan sesuai target untuk melindungi masa depan anak-anak kita,” tambahnya.
Gubernur menekankan pentingnya pengawasan terhadap penyaluran bantuan pendidikan agar tepat sasaran. Dengan langkah antisipasi yang cepat, faktor kemiskinan tidak lagi menjadi penghalang bagi warga Bumi Ruwa Jurai untuk mendapatkan pendidikan layak.
Pemerintah Provinsi Lampung optimistis, melalui koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat, target zero drop out dapat tercapai. Langkah ini menjadi bagian dari visi besar untuk menciptakan sumber daya manusia Lampung yang unggul dan berdaya saing di masa depan. (ANT)






