• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 27/02/2026 18:04
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Pasokan Kedelai Diklaim Aman dan Industri Makin Tumbuh, Indonesia Kunci Impor 3,5 Juta Ton

Organisasi tersebut menilai komitmen impor itu memberi kepastian pasokan dan menjaga stabilitas industri berbasis kedelai.

EffranbyEffran
27/02/26 - 10:02
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Tutupi Biaya Produksi Buat Perajin Tahu dan Tempe Kelimpungan

Kedelai. (ANTARA)

Jakarta (Lampost.co) — Pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama dagang dengan Amerika Serikat melalui skema Agreement on Reciprocal Trade (ART). Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia berkomitmen mengimpor 3,5 juta ton kedelai per tahun selama lima tahun.

Langkah itu langsung mendapat dukungan dari Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo). Organisasi tersebut menilai komitmen impor itu memberi kepastian pasokan dan menjaga stabilitas industri berbasis kedelai.

Ketua Akindo, Hidayatullah Suralaga, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah. Ia menilai kerja sama itu memperkuat fondasi perdagangan kedelai nasional.

“Komitmen pembelian kedelai bagian upaya untuk menjamin pasokan kedelai nasional dan kelancaran distribusinya,” ujar Hidayatullah di Jakarta, Kamis (26/2).

Ia menegaskan Amerika Serikat selama ini menjadi mitra utama penyedia kedelai untuk Indonesia. Kerja sama yang lebih terstruktur melalui ART akan memperjelas arah perdagangan kedua negara.

Kebutuhan Nasional Terus Meningkat

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan total impor kedelai Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 2,56 juta ton. Sekitar 90 persen pasokan berasal dari Amerika Serikat.

Kebutuhan kedelai nasional berada di kisaran 2,7 hingga 2,9 juta ton per tahun. Komitmen impor hingga 3,5 juta ton membuka ruang peningkatan konsumsi protein nabati.

Akindo menilai tambahan volume itu dapat mendukung berbagai program pemerintah. Salah satunya program Makan Bergizi Gratis yang membutuhkan suplai bahan pangan stabil.

Dorong Industri Hilir dan UMKM

Akindo melihat peluang besar bagi industri pengolahan kedelai. Pelaku usaha tempe, tahu, susu kedelai, dan kecap dapat meningkatkan kapasitas produksi.

Kepastian pasokan memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar. Mereka juga dapat mengembangkan produk turunan bernilai tambah tinggi. Ia menilai kestabilan bahan baku akan mendorong investasi baru di sektor pangan berbasis kedelai.

“Komitmen itu dapat memperkuat ekosistem industri kedelai nasional. Pasokan yang lebih terjamin, pelaku usaha memiliki kepastian untuk berinvestasi, meningkatkan kapasitas produksi, dan menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Tetap Jaga Diversifikasi dan Produksi Lokal

Meski mendukung kerja sama dengan Amerika Serikat, Akindo mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dagang dengan negara lain. Importir swasta selama itu menjalin kerja sama dengan berbagai pemasok global.

Akindo juga berharap kebijakan itu tetap sejalan dengan program peningkatan produksi kedelai dalam negeri. Pemerintah menargetkan penguatan produksi lokal untuk mendukung swasembada pangan.

Keseimbangan antara impor dan produksi domestik menjadi kunci ketahanan pangan jangka panjang. Strategi tepat membuat Indonesia dapat menjaga pasokan sekaligus memperkuat petani lokal.

Kesepakatan ART membuka babak baru perdagangan kedelai Indonesia. Kini tantangannya terletak pada implementasi dan pengawasan agar manfaatnya dirasakan seluruh pelaku industri.

Tags: Agreement on Reciprocal TradeAkindoART Indonesia ASimpor kedelai ASindustri tempe tahukebutuhan kedelai nasionalkedelai Amerika Serikatpasokan kedelai nasional
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Bengkulu dan Lampung menggelar aksi jemput bola asistensi pengisian SPT Tahunan 2025 melalui Coretax secara serentak di lingkungan Kepolisian Daerah (Polda) Lampung dan Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/Radin Inten, Kota Bandar Lampung (Kamis, 26/2)..

Coretax Mudahkan Anggota Kodam-Polda Lapor Pajak

byDelima Napitupulu
27/02/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Bengkulu dan Lampung menggelar aksi jemput bola untuk asistensi pengisian SPT Tahunan 2025. Kegiatan...

Warga menukarkan uang pecahan

Warga Keluhkan Antrean Online Tukar Uang

byDelima Napitupulu
27/02/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Antusiasme warga Bandar Lampung untuk mendapatkan uang baru menjelang Hari Raya Idulfitri terbentur kendala teknis. Sistem antrean online...

Harga emas batangan Antam hari ini, Jumat. Dok Antara

Harga Emas Antam 27 Februari Naik Tipis

byEffran
27/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik untuk perdagangan pada Jumat, 27 Februari 2026....

Berita Terbaru

Intizam Tutup 39 Tahun Pengabdian dengan Pangkat Tertinggi IV/e
Lampung

Intizam Tutup 39 Tahun Pengabdian dengan Pangkat Tertinggi IV/e

byRicky Marly
27/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Drs. Intizam, resmi menutup masa pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara (ASN)...

Read moreDetails
Bangun Kesiapsiagaan Bencana untuk Wujudkan Nilai-Nilai Kebangsaan Masyarakat

Bangun Kesiapsiagaan Bencana untuk Wujudkan Nilai-Nilai Kebangsaan Masyarakat

27/02/2026
Safari Ramadan NasDem Dimulai dari Way Kanan

Safari Ramadan NasDem Dimulai dari Way Kanan

27/02/2026
Ketua PWI Pusat Tekankan Integritas Wartawan di Era Disrupsi

Ini Pernyataan PWI Pusat Terkait Ketentuan Digital dalam Perjanjian Perdagangan RI–Amerika Serikat

27/02/2026
Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Bengkulu dan Lampung menggelar aksi jemput bola asistensi pengisian SPT Tahunan 2025 melalui Coretax secara serentak di lingkungan Kepolisian Daerah (Polda) Lampung dan Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/Radin Inten, Kota Bandar Lampung (Kamis, 26/2)..

Coretax Mudahkan Anggota Kodam-Polda Lapor Pajak

27/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.