Bandar Lampung (lampost.co)–Antusiasme warga Bandar Lampung untuk mendapatkan uang baru menjelang Hari Raya Idulfitri terbentur kendala teknis. Sistem antrean online yang diharapkan mempermudah proses penukaran justru terasa rumit. Masyarakat mengaku sulit mengaksesnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan banyak warga gagal mendapatkan nomor antrean karena kuota pada laman resmi seringkali habis dalam sekejap. Kendala teknis seperti situs yang melambat (down) saat pengisian data diri memperparah kondisi tersebut.
Seorang warga Teluk Betung Aya (32) mengaku telah bersiap sejak Jumat pagi, 27 Februari 2026, namun tetap gagal mendapatkan slot lokasi penukaran di Bandar Lampung.
“Saya sudah standby dari jam 7 pagi tapi pas masuk menu pilihan lokasi keterangannya sudah penuh. Sistemnya membingungkan untuk kami,” ujar Aya, kecewa.
Masalah Kode OTP
Selain kuota masalah verifikasi kode OTP yang dikirim melalui email juga menjadi keluhan utama. Fauryan (29) warga Way Kandis menyebutkan bahwa keterlambatan masuknya kode OTP membuat sesi pemesanan kedaluwarsa sebelum sempat diselesaikan.
Kondisi ini membuat banyak warga merasa sistem digital yang ada saat ini belum cukup siap untuk melayani lonjakan permintaan masyarakat yang sangat tinggi di wilayah Lampung.
Melihat kerumitan tersebut masyarakat berharap pihak perbankan atau instansi terkait segera menambah titik lokasi penukaran secara langsung (offline). Warga juga meminta adanya perbaikan performa server agar lebih ramah pengguna bagi masyarakat yang kurang memahami teknologi.
Warga berharap proses penukaran uang untuk kebutuhan lebaran dapat berjalan lebih mudah bagi semua lapisan tanpa terkendala teknis digital. (Magang/Fauzan)








