Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi perairan Lampung. Peringatan ini berlaku mulai 3 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga 6 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.
Peringatan ini tertuang dalam informasi resmi Stasiun Meteorologi Maritim Panjang Bandar Lampung bernomor. B/ME.01.02/PDGT25/KLMP/II/2026 yang terilis, Senin, 2 Maret 2026.
“Berdasarkan analisis BMKG, pola angin wilayah perairan Provinsi Lampung umumnya bergerak dari arah Barat Daya hingga Barat Laut. Dengan kecepatan berkisar 2–30 knot,” kata Prakirawan BMKG, Rizki Cahyadi
Kemudian kecepatan angin tertinggi terpantau pada sejumlah wilayah, yakni Perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian Lampung. Teluk Lampung bagian selatan, Teluk Lampung bagian utara dan Perairan Timur Lampung bagian selatan
“Kondisi angin tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang pada beberapa wilayah perairan,” katanya.
Selanjutnya BMKG memprediksi gelombang dengan ketinggian 1.25 hingga 2.5 meter berpeluang terjadi pada Perairan Teluk Lampung bagian selatan, Perairan Timur Lampung bagian selatan dan Perairan Teluk Lampung bagian utara.
Sementara itu, gelombang lebih tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter. Berpotensi terjadi pada Selat Sunda bagian selatan Lampung dan Perairan Barat Lampung. Masyarakat pesisir, nelayan, dan operator kapal perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi ini.
Selanjutnya BMKG juga memberikan peringatan risiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan, berisiko jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Kapal tongkang, berisiko jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter. Kapal feri, berisiko jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.
Kemudian BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, serta masyarakat yang beraktivitas pada wilayah pesisir. Terlebih untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dan mengutamakan keselamatan.








