Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyampaikan Perkembangan Ekspor dan Impor Provinsi Lampung Januari 2026.
“Nilai ekspor Provinsi Lampung pada Januari 2026 mencapai US$500,14 juta. Nilai impor Provinsi Lampung pada Januari 2026 mencapai US$88,67 juta.“ ujar Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution dalam siarannya, Senin, 3 Maret 2026.
Nilai ekspor Provinsi Lampung pada Januari 2026 mencapai US$500,14 juta. Mengalami penurunan sebesar US$161,84 juta atau turun 24,45 persen daripada Desember 2025 yang mencapai US$661,98 juta.
Dari sepuluh barang utama non migas pada Januari 2026. Golongan olahan dari sayuran, buah, dan kacang mengalami peningkatan tertinggi sebesar 68,38 persen daripada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara penurunan terdalam pada golongan karet dan barang dari karet sebesar 29,76 persen.
Kemudian tiga negara tujuan ekspor terbesar pada Januari 2026 yaitu Tiongkok US$95,16 juta. Amerika Serikat US$58,71 juta. dan Pakistan US$53,91 juta. Pada Januari 2026, nilai ekspor sektor industri pengolahan naik sebesar 17,46 persen.
Sedangkan sektor pertambangan dan lainnya turun sebesar 5,57 persen. Sektor pertanian turun sebesar 24,64 persen daripada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara nilai impor Provinsi Lampung pada Januari 2026 mencapai US$88,67 juta. Mengalami penurunan sebesar US$73,84 juta atau turun 45,44 persen daripada Desember 2025 yang tercatat US$162,51 juta.
Dari sepuluh barang utama non migas pada Januari 2026. Golongan ikan, krustasea, dan moluska mengalami peningkatan tertinggi sebesar 146,95 persen daripada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara penurunan terdalam pada golongan bahan kimia organik sebesar 29,83 persen.
Kemudian tiga negara pemasok barang impor terbesar pada Januari 2026 yaitu Saudi Arabia US$21,98 juta. Amerika Serikat US$18,73 juta dan Argentina US$15,09 juta.
Sementara pada Januari 2026, nilai impor barang konsumsi turun sebesar 52,05 persen. Dan bahan baku/penolong turun sebesar 64,65 persen. Sedangkan barang modal naik sebesar 157,77 persen daripada periode yang sama tahun sebelumnya.








