Bandar Lampung (Lampost.co) — Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Provinsi Lampung terpaksa menghentikan sementara operasionalnya menyusul dugaan kasus keracunan yang bersumber dari menu telur asin dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul, mengungkapkan kasus terbaru terjadi pada Kabupaten Lampung Timur dengan total delapan warga terdampak.
Para korban dari anak-anak hingga orang dewasa, bahkan seorang lanjut usia.
“Dari hasil konfirmasi dengan Korwil SPPG Lampung Timur, benar ada delapan orang yang terdampak. Satu antaranya lansia yang ikut mengonsumsi telur asin tersebut,” kata Saipul.
Ia menjelaskan, insiden ini turut melibatkan bayi dan balita yang sebenarnya bukan sasaran penerima menu telur asin dalam program MBG. Namun, makanan tersebut terbawa pulang oleh siswa sekolah dan kemudian ia konsumsi bersama anggota keluarga.
Baca juga : Menu MBG Ramadan Tuai Gelombang Kritikan dari Orang Tua Siswa
“Balita memang tidak mendapat menu telur asin. Tapi karena kakaknya bawa pulang dan makan bersama termasuk neneknya, akhirnya ikut mengalami gejala,” jelasnya.
Dari delapan korban, dua orang menjalani rawat jalan sementara enam lainnya sempat mendapatkan perawatan inap. Meski demikian, berdasarkan laporan terakhir dari Satgas MBG, seluruh korban kini telah pulang setelah kondisi mereka membaik.
Kasus ini berkaitan dengan pemasok telur asin yang sama dengan kejadian serupa pada Kabupaten Tulang Bawang sebelumnya. Saipul menyebut pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan telah turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap supplier tersebut.
“Supplier telur asin Tulang Bawang ternyata sama dengan yang Lampung Timur. Kami sudah berkoordinasi dan meminta distribusinya hentikan sementara agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
SPPG yang terdampak di Lampung Timur berada pada wilayah Sukadana Ilir. Operasionalnya kini resmi berhenti sementara guna adanya asesmen menyeluruh, termasuk evaluasi sistem distribusi dan pengawasan bahan pangan dalam program MBG.








