Bandar Lampung (Lampost.co) — Menjelang pembukaan MPL ID Season 17 pada 27 Maret mendatang, jagat media sosial diramaikan dengan perdebatan mengenai regulasi baru yang akan diterapkan. Moonton secara resmi memberlakukan sistem drafting “Fearless Draft” dan “Global Ban” untuk seluruh pertandingan musim ini. Langkah radikal ini diambil sebagai respons atas evaluasi besar-besaran pasca-kekalahan memilukan tim Indonesia di M7 World Championship awal tahun lalu.
Bagi Anda yang masih bingung dengan istilah tersebut, berikut adalah panduan lengkap untuk memahami bagaimana jalannya pertandingan Mobile Legends di tahun 2026 ini. Dengan panduan ini Anda tidak akan gagal paham saat menonton siaran langsung nanti.
Apa Itu Global Ban? (Skala Per Tim)
Sistem Global Ban sebenarnya sudah mulai diperkenalkan di beberapa turnamen kasta kedua sebelumnya. Namun di Season 17 ini, implementasinya diperketat. Inti dari Global Ban adalah pembatasan penggunaan hero yang berlaku secara individual untuk masing-masing tim dalam satu seri pertandingan (Bo3, Bo5, atau Bo7).
Simulasi: Jika RRQ Hoshi memilih hero Ling di Game 1, maka RRQ Hoshi tidak diperbolehkan lagi memilih Ling di Game 2 dan game-game selanjutnya hingga pertandingan berakhir. Namun, tim lawan—misalnya Onic—masih diperbolehkan menggunakan Ling di Game 2. Ini berlaku selama mereka belum pernah memakainya dan hero tersebut tidak terkena ban reguler.
Apa Itu Fearless Draft? (Skala Global/Total)
Fearless Draft adalah level yang jauh lebih ekstrem dari Global Ban. Dalam sistem ini, setiap hero yang sudah menjejakkan kaki di Land of Dawn pada game sebelumnya otomatis masuk ke dalam daftar “terlarang” bagi KEDUA tim di sisa seri pertandingan.
Simulasi: Jika pada Game 1 muncul 10 hero (misalnya: Ling, Angela, Arlott, dkk). Maka pada Game 2, 10 hero tersebut langsung menghilang dari daftar pilihan. Baik Tim A maupun Tim B tidak bisa lagi menyentuh 10 hero tersebut. Selain itu, jika pertandingan berlanjut hingga Game 5 atau Game 7, jumlah hero yang dilarang bisa mencapai 40 hingga 60 karakter. Ini akan memaksa pemain mengeluarkan hero “simpanan” yang jarang terlihat di meta arus utama.
Mengapa Aturan Ini Diterapkan di Tahun 2026?
Ada tiga alasan utama mengapa perubahan besar ini terjadi di MPL ID Season 17:
1. Menghilangkan Meta Monoton: Penonton mulai jenuh melihat hero yang itu-itu saja (seperti meta Assassin yang mendominasi awal 2026). Dengan Fearless Draft, variasi strategi akan meledak karena tim dipaksa melakukan improvisasi.
2. Ujian Kedalaman Hero Pool: Di tahun 2026, jumlah hero MLBB telah mencapai 131 karakter dengan kehadiran hero terbaru, Sora. Moonton ingin memastikan para pro player benar-benar menguasai banyak hero, bukan hanya jago pada 3-5 hero andalan saja.
3. Persiapan Internasional: Kegagalan Indonesia di M7 disebabkan oleh strategi yang mudah terbaca oleh tim Filipina (Aurora Gaming). Aturan Fearless Draft melatih kreativitas pelatih dan pemain agar memiliki banyak rencana cadangan (Plan B hingga Plan Z).
Dampak Langsung Bagi Tim Besar
Tim dengan staf kepelatihan yang kuat seperti RRQ Hoshi yang kini diperkuat Super Kenn dan Yehezkiel, diprediksi akan lebih cepat beradaptasi. Begitu juga dengan Onic yang baru saja mendatangkan Kelra dari Filipina. Fleksibilitas pool hero Kelra akan menjadi kunci utama dalam menghadapi draft yang terus berkurang di setiap game.
Sebaliknya, tim yang hanya mengandalkan satu pemain bintang dengan pool hero terbatas dipastikan akan babak belur di pekan-pekan awal MPL ID Season 17. Pertandingan perdana yang mempertemukan Bigetron Vitality dan Alter Ego pada 27 Maret 2026 akan menjadi panggung pertama pembuktian efektivitas aturan baru ini.
Persiapkan diri Anda, karena MPL ID Season 17 bukan lagi sekadar adu mekanik jari. Kini, ini juga merupakan adu kecerdasan otak dalam menyusun kepingan hero yang tersisa.








