Bandar Lampung (lampost.co)–PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Lampung dalam kondisi sangat aman. Pertamina menyiapkan langkah mitigasi guna mengantisipasi lonjakan konsumsi rumah tangga.
Sales Branch Manager (SBM) IV Gas Lampung, M. Suhanda, mengungkapkan bahwa Pertamina telah mengambil langkah proaktif dengan menyuntikkan kuota tambahan ke pasar. Kebijakan ini setelah melakukan tinjauan langsung ke berbagai titik distribusi dan pangkalan di Kota Bandar Lampung.
“Menjelang Lebaran ini, kami memberikan penambahan pasokan sebanyak 50 persen dari alokasi harian. Masyarakat tidak perlu melakukan panic buying karena stok sangat mencukupi,” tegas Suhanda, Rabu, 11 Maret 2026.
Pertamina memberikan garansi bahwa rantai distribusi gas tidak akan terputus meskipun memasuki masa cuti bersama atau hari libur nasional. Truk-truk agen tetap beroperasi mendistribusikan gas ke pangkalan secara normal, termasuk pada tanggal merah seperti tanggal 19 dan 21 Maret mendatang.
Mitigasi Berdasarkan Tren Konsumsi
Berdasarkan analisis data tahun sebelumnya, Pertamina memproyeksikan adanya kenaikan konsumsi gas sebesar 3 hingga 5 persen pada momen menjelang Lebaran. Angka ini dinilai masih sangat terkendali karena penguatan suplai telah dilakukan mulai dari tingkat Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) hingga ke level pangkalan terjauh.
Dengan penebalan stok yang mencapai sepuluh kali lipat dari rata-rata kenaikan konsumsi tahunan tersebut, Pertamina mengimbau warga Lampung untuk berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan agar distribusi energi tetap merata hingga ke pelosok desa.








