Bandar Lampung (Lampost.co) — Meski Hari Raya Idul Fitri 1447 H masih beberapa hari lagi, persiapan di dapur masyarakat sudah mulai terasa.
Memasuki H-8 Lebaran, sejumlah pedagang santan kelapa dan bumbu siap pakai di pasar tradisional melaporkan kenaikan permintaan yang signifikan.
Hal ini dipicu oleh tradisi masyarakat Indonesia yang mulai mencicil persiapan hidangan khas seperti rendang, opor ayam, hingga gulai untuk santapan keluarga maupun hantaran saat Lebaran 2026.
Para pedagang mengaku mulai adanya peningkatan permintaan pembeli.
Kemudian banyak pembeli yang datang lebih awal untuk menghindari antrean panjang yang biasanya terjadi pada H-2 atau H-1 Lebaran.
“Sejak Selasa permintaan santan dan bumbu sudah mulai meningkat. Biasanya sehari habis 20 kg santan dan bumbu, kalau sekarang bisa 30-40 kg per harinya. Mungkin orang pada malas antre kalau sudah mepet Lebaran,” ujar Budi, salah satu pedagang bumbu di Pasar Pasir Gintung.
Seiring dengan tingginya permintaan, harga bahan baku pun mulai mengalami kenaikan 10% hingga 20% dari harga normal. Santan yang biasanya dengan harga Rp19.000 per kg, kini mulai menyentuh angka Rp25.000 per kg.
“Harga sudah mulai naik mengikuti permintaan. Kalau sebelumnya sekilo hanya Rp19.000, sekarang sudah menjadi Rp25.000 dan bakal naik hingga Lebaran nanti,” tambahnya.
Kenaikan harga ini prediksinya akan terus meningkat dan mencapai puncaknya pada H-3 hingga H-1 Lebaran mendatang, seiring dengan mudiknya sebagian warga ke kampung halaman.
(Fauzan Al Djabar/Magang)








