Bandar Lampung (Lampost.co) – Perusahaan Otobus (PO) Puspa Jaya Lampung memastikan kesiapan armada untuk melayani masyarakat pada musim mudik Lebaran tahun ini. Fokus utama perusahaan terletak pada mitigasi potensi penumpukan penumpang (stagnasi) di rute-rute krusial.
Poin Penting
- Kekuatan Armada: Menyiagakan 241 unit AKDP, 140 unit AKAP, dan 80 unit bus cadangan.
- Jaminan Keselamatan: Seluruh unit telah lulus ramp check oleh Kemenhub, BPTD, dan Dishub.
- Kebijakan Tarif: Kenaikan tarif (tuslah) maksimal 20% untuk kelas non-ekonomi.
- Prediksi Tren: Penurunan jumlah penumpang sebesar 5% karena distribusi waktu libur yang lebih lama.
Pemilik PO Puspa Jaya, Ketut Pasek, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama perusahaan angkutan lain di Lampung telah mematangkan persiapan operasional dan teknis sejak tanggal 10 lalu. Salah satu perhatian utama adalah jalur penghubung pelabuhan dan terminal utama.
“Rute yang paling krusial itu adalah rute Terminal Rajabasa – Pelabuhan Bakauheni. Biasanya terjadi stagnasi di Bakauheni pada saat sebelum Lebaran, dan di Rajabasa setelah Lebaran. Untuk itu, kemarin kita sudah lakukan simulasi armada,” ujar Ketut Pasek.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PO Puspa Jaya menyiagakan total ratusan armada. Secara rinci, terdapat 241 kendaraan bus reguler (Antar Kota Dalam Provinsi/AKDP), 140 bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), serta 80 armada bus cadangan yang siap diturunkan jika terjadi lonjakan penumpang mendadak.
Dari sisi keselamatan, Ketut memastikan seluruh armada yang beroperasi telah dinyatakan laik jalan melalui inspeksi keselamatan (ramp check) oleh Kementerian Perhubungan, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), dan Dinas Perhubungan.
“Untuk ramp check sudah dilaksanakan dari jauh-jauh hari oleh Kementerian Perhubungan, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), dan Dinas Perhubungan. Dipastikan semua kendaraan yang operasional untuk angkutan Lebaran ini sudah melalui ramp check,” tegasnya.
Terkait penyesuaian tarif tiket atau tuslah, Ketut Pasek menjelaskan adanya kenaikan harga yang masih dalam batas toleransi.
“Tarif hampir sama dengan setiap tahunnya. Kita ada toleransi kenaikan batas atas sebesar 20 persen dari ongkos biasa. Ini khusus untuk kelas non-ekonomi,” jelas Ketut.
Menariknya, PO Puspa Jaya memprediksi adanya penurunan jumlah penumpang sekitar 5 persen dibandingkan tahun lalu. Hal ini disebabkan rentang waktu libur (cuti bersama dan libur sekolah) tahun ini yang cukup panjang.
“Prediksi kami penumpang turun sekitar 5 persen. Hal ini dikarenakan rentang waktu libur (cuti bersama dan libur sekolah) tahun ini cukup panjang, sehingga keberangkatan penumpang terpecah dan tidak menumpuk di satu hari,” terangnya.
Adapun puncak arus mudik diprediksi mulai terjadi pada tanggal 14 hingga 15 Maret, sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada tanggal 24 mendatang.
“Harapan kami, karena persiapannya sudah matang, Lebaran kali ini semua operasional angkutan berjalan lancar,” tutup Ketut Pasek.








