Kalianda (Lampost.co)—- Aktivitas pemudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung mulai terlihat dengan memenuhi kantong parkir dermaga setempat pada H-8 hari raya Idul Fitri 1447 Hijrah atau Jumat,13 Maret 2026.
Berdasarkan pantauan di lokasi,kendaraan roda empat, bus, dan truk logistik yang hendak menyeberang menuju Pelabuhan Merak, Banten, terlihat ramai lancar.
Suasana kantong parkir di dermaga eksekutif dan reguler juga tampak ramai. Para pemudik dengan kendaraan roda empat tersebut terus berdatangan memadati Pelabuhan Bakauheni untuk menunggu antrean masuk naik ke geladak kapal.
Baca juga: Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Beri Diskon Tarif 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2026
Meskipun terjadi kepadatan kendaraan roda empat di kantong parkir dermaga eksekutif dan reguler. Namun tidak menimbulkan kemacetan yang panjang dan berjalan lancar.
Salah satu pemudik dari Lubuk Linggau, Sumatera Selatan Revan menjelaskan perjalanan mudik lebih awal dilakukannya untuk menghindari kemacetan.
“Kami mau ke Pekalongan, Jawa Tengah. Mudik lebih awal ini supaya tidak terjebak kemacetan, baik di kawasan pelabuhan maupun di perjalanan menuju kampung halaman,” kata dia.
Siapkan Fasilitas Pendukung
Sementara itu, General Manajer PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk memberikan pelayanan terbaik kepada calon pemudik.
Menurutnya, lintasan penyeberangan yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Jawa tersebut merupakan jalur vital dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik nasional.
“Kita juga sudah menyiapkan berbagai fasilitas, seperti buffer zone, sistem delaying, CCTV, layanan kesehatan 24 jam, dan optimalisasi waktu sandar kapal (port time). Hal ini guna memastikan operasional berjalan lancar. Kami juga menyiagakan shuttle bus untuk mengangkut penumpang dari terminal reguler menuju dermaga 4,5 dan 6 apabila keadaan darurat atau terjadi penumpukan penumpang di area pelabuhan,” ucapnya.
Ia berharap dengan berbagai persiapan dari pihak ASDP, masyarakat dapat merencanakan perjalanan lebih awal. Serta mematuhi pengaturan operasional yang berlaku agar perjalanan mudik berlangsung lancar, tertib, nyaman, dan selamat.
“Kelancaran operasional penyeberangan tidak hanya bergantung pada kesiapan operator, tetapi juga pada sinergi kuat antara regulator. Operator, serta seluruh pemangku kepentingan di pelabuhan,” ujarnya.








