Kalianda (lampost.co)–PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni berkomitmen meningkatkan standar keselamatan pada setiap operasional penyeberangan penumpang dan logistik. Langkah ini diambil guna menjamin keamanan pengguna jasa di tengah potensi cuaca ekstrem di perairan Selat Sunda selama masa arus mudik Lebaran 2026.
General Manager PT ASDP Cabang Utama Bakauheni, Partogi Tamba, menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder). Kerja sama intensif dilakukan bersama BMKG, Kepolisian, dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).
“BMKG merupakan mitra strategis kami dalam memantau perkembangan cuaca terkini di Selat Sunda. Kami diberikan akses langsung untuk memantau kondisi perairan guna menentukan langkah operasional yang tepat,” ujar Partogi Tamba di Lampung Selatan, akhir pekan ini.
Sebagai upaya mitigasi risiko, ASDP secara konsisten menjalankan serangkaian prosedur keselamatan sebelum kapal boleh berlayar:
-
Pengecekan Armada: Melakukan inspeksi menyeluruh terhadap kesiapan teknis kapal feri.
-
Koordinasi Otoritas: Memastikan izin keberangkatan selaras dengan rekomendasi dari KSOP dan BPTD.
-
Pengawasan Gabungan: Melibatkan unsur TNI/Polri dalam pengamanan di area pelabuhan dan di atas kapal.
Pengguna Jasa
Partogi juga mengingatkan para calon pemudik untuk tetap proaktif dalam memantau informasi cuaca secara mandiri sebelum menuju pelabuhan. Pengguna jasa diharapkan mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan demi terciptanya mobilitas yang lancar, aman, dan tertib.
“Keselamatan pengguna jasa adalah prioritas utama kami. ASDP berkomitmen memberikan pelayanan optimal agar arus mudik masyarakat berjalan tanpa kendala meskipun di tengah tantangan cuaca,” pungkasnya. (ANT)








