Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah pusat tengah menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) khusus yang berfokus pada upaya penyelamatan populasi dan habitat gajah Indonesia.
Kebijakan ini menjadi langkah serius negara untuk mencegah kepunahan satwa terlindungi yang kini menghadapi tekanan besar akibat kerusakan habitat.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengungkapkan bahwa Inpres tersebut akan secara khusus mengatur strategi penyelamatan Gajah Sumatera dan Gajah Borneo.
Menurut Raja Juli, kebijakan tersebut adalah respons pemerintah terhadap kondisi populasi gajah yang terus tertekan akibat menyusutnya habitat alami mereka.
“Instruksi Presiden ini akan menjadi dasar penguatan langkah penyelamatan populasi dan habitat gajah, khususnya gajah Sumatera dan gajah Kalimantan yang saat ini menghadapi ancaman serius,” ujarnya.
Ia menjelaskan, data ilmiah menunjukkan bahwa jumlah kantong habitat gajah Indonesia mengalami penurunan drastis.
Jika sebelumnya terdapat sekitar 42 kantong habitat, kini hanya tersisa sekitar 21 wilayah yang masih dapat menjadi tempat hidup gajah.
“Kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Tanpa intervensi yang kuat dari pemerintah, kerusakan habitat akan terus meluas dan berpotensi mengancam keberlangsungan populasi gajah,” katanya.
Melalui Inpres tersebut, Presiden akan menginstruksikan sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk mendukung langkah Kementerian Kehutanan dalam menjaga populasi gajah dan melindungi habitatnya.
Salah satu strategi adalah pembangunan koridor gajah pada sejumlah wilayah. Koridor ini agar gajah dapat berpindah dari satu kantong habitat ke wilayah lainnya dengan aman.
Selain itu, pemerintah juga berencana memperbaiki konektivitas antarhabitat yang selama ini terfragmentasi akibat aktivitas manusia.
“Langkah ini penting untuk memperluas ruang jelajah gajah sekaligus mencegah terjadinya perkawinan sedarah yang dapat mengancam keberlanjutan populasi,” ujar dia.
Raja Juli menegaskan, kebijakan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian satwa liar serta ekosistem hutan di Indonesia.
Ia juga menyebut bahwa sejumlah aktivis konservasi menyambut positif rencana tersebut dan menilai langkah pemerintah sebagai sinyal kuat dalam memperkuat perlindungan satwa langka.








