Kalianda (Lampost.co)–Bandara Internasional Radin Inten II Lampung bersiap menghadapi titik tertinggi pergerakan penumpang pada musim mudik Lebaran 2026. Berdasarkan tren terkini, jumlah pemudik yang melalui jalur udara di Lampung mengalami lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
General Manager Bandara Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, mengungkapkan bahwa puncak arus mudik pada Rabu, 18 Maret 2026. Meski target awal 5.100 orang, namun melihat tingginya antusiasme masyarakat, jumlah penumpang bisa menembus 6.000 orang dalam satu hari.
“Data tiga hari terakhir menunjukkan volume penumpang sudah menyentuh 4.800 orang. Angka ini naik drastis sekitar 26 persen dengan tahun lalu yang hanya berada di kisaran 3.000 penumpang,” jelas Kiki, Selasa, 17 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi kepadatan di area keberangkatan dan kedatangan, sebanyak 228 petugas gabungan telah siaga di Posko Angkutan Lebaran. Personel tersebut terdiri dari staf internal bandara serta pihak-pihak terkait guna memastikan alur penumpang tetap tertib dan responsif terhadap kendala di lapangan.
Pihak pengelola memastikan seluruh sarana penunjang, mulai dari area check-in hingga fasilitas terminal, dalam kondisi prima. Demi memberikan kenyamanan maksimal bagi para pengguna jasa transportasi udara.
Proyeksi Arus Balik
Selain fokus pada arus mudik, manajemen bandara juga telah memetakan jadwal kepulangan pemudik. Puncak arus balik di Bandara Radin Inten II akan terjadi pada 24 Maret 2026.
Kiki menambahkan bahwa keramaian yang terlihat di terminal saat ini mencerminkan tingginya minat masyarakat Lampung dalam menggunakan pesawat terbang sebagai pilihan utama untuk pulang ke kampung halaman secara lebih cepat dan efisien. (ANT)








