Kalianda (lampost.co)–Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Lampung menyebutkan, keterlambatan sandar kapal di Pelabuhan Bakauheni saat arus mudik Lebaran 2026 akibat adanya penambahan armada yang beroperasi.
Koordinator Satuan Pelayanan Wasatpel Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni BPTD Kelas II Lampung Trimoyo, di Lampung Selatan mengatakan, akibat adanya penambahan jumlah kapal yang sandar di Pelabuhan Bakauheni sehingga menyebabkan antrean.
“Iya, kenapa lama, karena adanya penambahan kapal dari Ciwandan dan BBJ semuanya sandar ke Pelabuhan Bakauheni, sehingga terdapat antrean untuk sandar,” katanya, baru-baru ini.
Menurutnya, sebelumnya telah beredar di media sosial terkait kejadian viral atas keterlambatan sandar kapal di Pelabuhan Bakauheni tersebut terjadi pada akhir pekan lalu.
Kemudian, kapal tersebut menunggu pada alur masuk karena kapal depan dari merak KMP. Nitya masuk alur pukul 07.50 WIB, sandar pukul 08.42 WIB, dan tolak 09.19 WIB. Wira Qaila mendapat alur masuk pukul 09.30 WIB dan sandar pukul 10.10 WIB.
Oleh karena itu ia menjelaskan, terkait berita viral yang menyatakan keterlambatan sandar kapal hingga delapan jam tersebut pihaknya memastikan hal itu tidak benar.
“Kejadian ini juga karena penambahan kapal untuk mengurai pada kemacetan di Merak. Kapal-kapal tujuan Bakauheni terjadi penumpukan baik dari Merak-Bakauheni 31 kapal, Ciwandan-Bakauheni 8 kapal, dan BBJ Bojonegara-Bakauheni 6 kapal. Total kapal operasi tujuan Bakauheni sejumlah 45 kapal,” ucapnya. (ANT)







