Marseille (Lampost.co)–Penampilan lugas bek kiri Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, saat membela Lille OSC dalam lanjutan Ligue 1 musim 2025/2026 menuai sorotan tajam. Verdonk sukses menetralisasi pergerakan bintang Olympique Marseille, Mason Greenwood. Namun aksinya berbuntut kecaman keras pelatih lawan.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stade Velodrome, Minggu (22/3/2026), Verdonk tampil sebagai starter dan langsung berhadapan satu lawan satu dengan Greenwood yang beroperasi di sisi kanan serangan Marseille. Ketegangan memuncak pada menit ke-12 ketika Verdonk melakukan tekel keras untuk menghentikan akselerasi cepat mantan pemain Manchester United tersebut.
Insiden Panas di Velodrome
Tekel terlambat Verdonk membuat Greenwood terjatuh cukup keras dan memicu kericuhan antarpemain di lapangan. Wasit Benoit Bastien terpaksa mengeluarkan kartu kuning untuk Verdonk, Greenwood, dan pemain Lille lainnya, Hakon Haraldsson, akibat friksi yang terjadi pasca-insiden tersebut.
Baca juga: Marseille Vs Lille: Verdonk Solid, Les Dogues Curi Poin Penuh di Markas Les Minots
Dampak dari benturan tersebut ternyata cukup serius bagi Marseille. Greenwood yang mencoba melanjutkan pertandingan akhirnya harus ditarik keluar pada menit ke-18 karena mengalami cedera engkel. Kehilangan mesin gol utamanya membuat alur serangan Marseille menjadi tumpul.
Kritik Pedas Habib Beye
Pelatih anyar Marseille, Habib Beye, yang baru saja menggantikan Roberto de Zerbi pada Februari lalu, tidak menyembunyikan kekecewaannya. Dalam konferensi pers usai laga, Beye mengecam gaya bermain Verdonk yang terlalu agresif dan membahayakan keselamatan pemain.
“Intervensi tersebut tidak terkendali dan kasar. Meskipun wasit hanya menganggapnya sebagai pelanggaran taktis, dampaknya nyata karena pemain kami mengalami cedera serius. Kekerasan di lapangan seperti ini seharusnya dihukum lebih berat karena telah mengubah jalannya pertandingan,” ujar Habib Beye dengan nada berang.
Beye menilai wasit kurang melindungi pemain kreatif seperti Greenwood dari incaran bek yang bermain tanpa kompromi. Ia juga menyayangkan keputusan wasit yang hanya memberikan kartu kuning meski Greenwood harus keluar lapangan lebih awal.
Verdonk Kunci Kemenangan Lille
Di sisi lain, bagi pendukung Lille dan penggemar sepak bola di Indonesia, aksi Verdonk sebagai bukti kualitas bertahannya di kasta tertinggi sepak bola Prancis. Sejak Lille mendatangkan dari NEC Nijmegen pada musim panas 2025, bek berusia 28 tahun ini memang dikenal sebagai pemain yang spartan dan sulit dilewati.
Lille sendiri akhirnya memenangkan laga dengan skor 2-1 melalui gol Thomas Meunier dan striker veteran Olivier Giroud. Kemenangan ini membawa Lille merangkak naik ke posisi lima besar klasemen sementara Ligue 1, sekaligus memangkas jarak poin dengan Marseille yang berada di posisi ketiga.
Hingga berita ini terunggah, pihak Marseille masih menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan terkait kondisi Mason Greenwood. Sementara itu, Calvin Verdonk akan terus menjadi pilihan utama pelatih Lille dalam misi menembus zona Liga Champions musim depan.








