Bandar Lampung (lampost.co)–Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung mengambil langkah proaktif dengan menurunkan tim patroli khusus ke berbagai titik rawan kemacetan di sepanjang jalur menuju destinasi wisata. Strategi itu mengantisipasi lonjakan volume kendaraan wisatawan yang memadati pesisir Lampung selama masa libur Idulfitri 1447 Hijriah.
Kepala Dishub Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, menjelaskan bahwa personel lapangan telah disebar ke 15 kabupaten dan kota. Fokus utama pengawasan pada simpul-simpul wisata yang menjadi primadona pemudik. Seperti kawasan Pantai Mutun di Kabupaten Pesawaran serta destinasi bahari di wilayah Kalianda, Lampung Selatan.
“Provinsi Lampung memiliki banyak destinasi favorit yang selalu dipenuhi wisatawan setiap tahun. Kami telah menerjunkan tim patroli dan tim motoris untuk membantu kepolisian memastikan arus kendaraan tetap mengalir dan tidak terjadi penumpukan,” ujar Bambang di Bandar Lampung, Selasa, 24 Maret 2026.
Berdasarkan pantauan lapangan sejak hari kedua Lebaran, beberapa lokasi mulai menunjukkan peningkatan kepadatan arus lalu lintas, di antaranya:
-
Kabupaten Pesawaran: Area Tugu Cokelat dan Tugu Pengantin yang menjadi gerbang utama menuju rangkaian pantai.
-
Kabupaten Lampung Selatan: Jalur pesisir Kalianda yang berdekatan dengan akses logistik.
-
Simpul Transportasi: Area sekitar Pelabuhan Bakauheni yang juga bersinggungan dengan jalur wisata.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk mencegah terulangnya insiden kemacetan parah yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya melalui pengaturan ritme kendaraan yang lebih presisi.
Sinergi Keselamatan dan Kelancaran
Selain fokus pada kelancaran lalu lintas, Dishub Lampung juga memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Basarnas. Kerja sama lintas instansi ini bertujuan untuk menjamin aspek keamanan dan keselamatan bagi para pelancong di lokasi wisata.
Di tengah periode libur Lebaran yang cukup panjang, prioritas utama pemerintah adalah memastikan fase arus balik dan arus wisata dapat berjalan secara beriringan tanpa hambatan. (ANT)







