Jakarta (Lampost.co)–Tim Nasional Indonesia resmi memulai era baru di bawah kendali pelatih kepala John Herdman. Pelatih asal Inggris tersebut tidak hanya membawa visi teknis yang segar, tetapi juga membangun fondasi tim melalui kolaborasi staf ahli yang berasal dari tujuh negara berbeda. Langkah ambisius ini untuk mempercepat pembentukan identitas permainan skuad Garuda menjelang turnamen FIFA Series 2026.
Dalam sesi latihan perdana di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Selasa (24/3/2026), terlihat barisan asisten multinasional mendampingi Herdman. Kehadiran staf lintas negara ini menjadi strategi utama PSSI untuk menyatukan potensi pemain lokal dan diaspora yang kini makin beragam.
Kolaborasi Global di Balik Layar
John Herdman menekankan keberagaman di jajaran staf merupakan kekuatan untuk menutup celah keterbatasan waktu persiapan. Berdasarkan data yang ada, staf kepelatihan Timnas Indonesia saat ini mencakup tenaga ahli dari Inggris, Indonesia, Kanada, Slovakia, Afrika Selatan, Belanda, dan Amerika Serikat.
Dari Inggris, Herdman memboyong Simon Grayson, pelatih berpengalaman yang pernah menangani klub-klub kenamaan seperti Leeds United dan Sunderland. Sementara itu, unsur Kanada ada Cesar Meylan sebagai spesialis ilmu olahraga dan Steven Vitoria yang menjabat asisten pelatih.
Sektor penjaga gawang diperkuat Andrej Kostolansky dari Slovakia dan Damian van Rensburg asal Afrika Selatan. Dari sisi manajemen teknis, pengaruh Belanda tetap kuat dengan kehadiran Jordi Cruyff sebagai penasihat teknik dan Alexander Zwiers sebagai direktur teknik.
Menjaga Akar Lokal
Meski dikelilingi tenaga asing, Herdman tetap memberikan kepercayaan besar pada figur lokal. Nova Arianto tetap dipertahankan sebagai asisten pelatih sekaligus jembatan komunikasi bagi pemain muda. Selain itu, ada pula Sofie Imam Faizal sebagai pelatih fisik dan Dzikry Lazuardi yang direkrut dari Persija Jakarta sebagai analis video.
“Saya tidak melihat paspor mereka, saya melihat peluang. Menerima keberagaman ini adalah kekuatan besar untuk Garuda. Kami sedang membangun sebuah berkah dari beban ekspektasi bangsa yang besar ini,” ujar Herdman dalam sesi jumpa pers di Jakarta.
Persiapan FIFA Series 2026
Timnas Indonesia akan melakoni laga pembuka FIFA Series 2026 melawan Saint Kitts and Nevis, Jumat (27/3/2026), di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Turnamen ini juga diikuti Bulgaria dan Kepulauan Solomon.
Dalam daftar 24 pemain yang dipanggil, Herdman mengombinasikan pemain senior dan wajah lama yang kembali mendapat kepercayaan. Termasuk kembalinya bek Elkan Baggott ke skuad utama. Penyerang baru seperti Ole Romeny dan Mauro Zijlstra juga menjadi tumpuan di lini depan dalam skema taktis yang sedang Herdman matangkan.
“Tantangan terbesar saat ini adalah waktu. Jeda dua hari sangat sempit, sehingga kami bekerja secara taktis dengan sangat cepat. Para pemain sudah menerima informasi sistem kami bahkan sebelum mereka tiba di pemusatan latihan,” ujar pelatih berusia 50 tahun tersebut.
Harapannya langkah Herdman yang membawa gerbong staf ahli dari berbagai belahan dunia mampu membawa standar kepelatihan kelas dunia ke Tanah Air. Sekaligus mewujudkan target jangka panjang membawa Indonesia bersaing di panggung sepak bola global.








