Bandar Lampung (Lampost.co) – Pemerintah Provinsi Lampung kini meningkatkan proteksi terhadap hewan ternak menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Otoritas terkait mengintensifkan program vaksinasi serta edukasi kepada peternak demi memutus rantai penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Poin Penting
- Fokus Utama: Kombinasi vaksinasi dan edukasi (KIE) untuk menjamin kelayakan hewan kurban 2026.
- Aksi Lapangan: Respons cepat di Desa Tegal Yoso, Lampung Timur, pasca munculnya laporan kasus lokal.
- Target Distribusi: Tambahan 6.000 dosis vaksin siap meluncur ke Lampung Timur pada awal April dari total kuota 40 ribu dosis.
- Imbauan Teknis: Peternak wajib membatasi lalu lintas ternak dan menjaga sanitasi kandang secara ketat.
Langkah strategis ini bertujuan memberikan rasa aman bagi para peternak. Fokus utama pemerintah tertuju pada wilayah-wilayah yang menjadi sentra produksi hewan kurban di Bumi Ruwa Jurai.
Baca juga : Strategi Lampung Amankan Stok Kurban: 338 Ribu Dosis Vaksin PMK Siap Sebar
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat. Menurutnya, kesadaran peternak menjadi garda terdepan dalam menekan angka kasus.
“Kami mengajak peternak untuk aktif menjaga kebersihan kandang, membatasi lalu lintas ternak, serta segera melaporkan jika ada gejala PMK. Edukasi ini menjadi bagian penting selain vaksinasi,” kata Lili Mawarti.
Selain memberikan suntikan vaksin, pemerintah juga menggencarkan program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Melalui program ini, peternak belajar cara menjaga sanitasi kandang secara mandiri. Selain itu, mereka harus membatasi pergerakan ternak dari zona yang terpapar virus.
Edukasi dan Vaksinasi di Lampung Timur
Salah satu aksi nyata berlangsung di Desa Tegal Yoso, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur. Petugas terjun langsung ke lokasi tersebut setelah menerima laporan adanya temuan kasus PMK.
Untuk tahun 2026, Kabupaten Lampung Timur mendapatkan jatah alokasi sebanyak 40 ribu dosis vaksin. Hingga kini, petugas telah menyalurkan 6.500 dosis ke peternak setempat. Rencananya, pemerintah akan menambah 6.000 dosis lagi pada awal April mendatang.
“Upaya ini kami lakukan agar peternak merasa aman dan ternak yang disiapkan untuk kurban tetap sehat serta layak,” ujar Lili kembali.
Meskipun tingkat kematian pada hewan dewasa cenderung rendah, PMK tetap membawa ancaman ekonomi yang serius. Penyakit ini mampu menular dengan sangat cepat ke seluruh populasi ternak dalam satu kawasan.
Melalui perpaduan vaksinasi dan edukasi, pemerintah optimis kualitas hewan kurban akan tetap terjaga. Peternak pun diharapkan lebih siap menghadapi tantangan kesehatan hewan hingga hari penyembelihan nanti.








