IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Minggu, 05/04/2026 14:20
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Teknologi

Es Antartika Mencair, Kemampuan Laut Serap Karbon Ikut Melemah

Banyak model iklim saat ini masih mengasumsikan laut akan terus menyerap karbon dalam jumlah stabil.

Denny ZYbyDenny ZY
29/03/26 - 20:41
in Teknologi
A A
es antartika mencair

Ilustrasi--Es di Antartika mulai mencair(AFP/Mathilde BELLENGER)

ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co) — Temuan terbaru dari studi internasional mengungkap fakta yang mengkhawatirkan. Pencairan es di Antartika Barat ternyata tidak hanya memicu kenaikan permukaan laut, tetapi juga melemahkan kemampuan laut menyerap karbon dioksida (CO2).

Dampaknya tidak sederhana—ini bisa mempercepat laju perubahan iklim secara global.

Samudra Selatan Mulai Kehilangan Perannya

Selama ini, Samudra Selatan dikenal sebagai “penyerap karbon raksasa” Bumi. Laut ini telah membantu menahan pemanasan global dengan menyerap CO2 dari atmosfer selama puluhan ribu tahun.

Namun, penelitian yang dipublikasikan di Nature Communications menunjukkan kondisi mulai berubah.

Berdasarkan analisis inti sedimen laut selama ratusan ribu tahun, para peneliti menemukan bahwa kemampuan laut menyerap karbon justru menurun saat es mencair lebih cepat.

Bukan Sekadar Es Cair, Tapi Kandungannya Bermasalah

Masalah utama bukan hanya jumlah air dari es yang mencair, tetapi juga kualitasnya.

Lelehan es dari Antartika Barat membawa sedimen yang miskin zat besi. Padahal, zat besi merupakan nutrisi penting bagi fitoplankton—organisme mikroskopis yang berperan besar dalam menyerap CO2 melalui fotosintesis.

Ketika zat besi berkurang:

  • pertumbuhan fitoplankton melambat
  • penyerapan karbon ikut menurun

Artinya, anggapan lama bahwa pencairan es bisa “memupuk” laut agar menyerap lebih banyak karbon tidak sepenuhnya benar.

Struktur Laut Berubah, Sirkulasi Terganggu

Selain faktor nutrisi, perubahan juga terjadi pada struktur fisik laut.

Air tawar dari es mencair membuat lapisan permukaan laut menjadi lebih stabil dan sulit bercampur dengan lapisan di bawahnya. Kondisi ini disebut stratifikasi.

Akibatnya:

  • sirkulasi laut melemah
  • pertukaran karbon antara laut dan atmosfer terhambat

Karbon yang seharusnya diserap laut justru lebih banyak tertahan di udara.

Muncul Efek “Lingkaran Setan” Iklim

Penelitian ini mengungkap adanya efek berantai yang berbahaya.

Pemanasan global → es mencair lebih cepat → penyerapan karbon melemah → CO2 di atmosfer meningkat → pemanasan makin cepat.

Siklus ini dikenal sebagai feedback loop, yang bisa mempercepat krisis iklim di luar kendali.

Prediksi Iklim Bisa Meleset

Temuan ini juga menjadi peringatan bagi para ilmuwan dan pembuat kebijakan.

Banyak model iklim saat ini masih mengasumsikan laut akan terus menyerap karbon dalam jumlah stabil. Jika kemampuan ini ternyata menurun, maka:

  • kadar CO2 bisa naik lebih cepat
  • target pembatasan suhu global makin sulit dicapai

Penutup

Antartika bukan hanya wilayah yang terdampak perubahan iklim, tetapi juga faktor yang bisa mempercepatnya.

Saat es terus mencair, dampaknya tidak berhenti di kutub. Ia merambat ke seluruh sistem iklim Bumi—diam-diam, namun pasti.

Dan dari sinilah, krisis iklim bisa bergerak lebih cepat dari yang kita perkirakan.

Tags: AntartikakarbonlingkunganPemanasan GlobalPerubahan IklimSains
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

harga HP Tecno April 2026

Harga HP Tecno April 2026: Murah Tapi Spek Nggak Murahan

byDenny ZY
03/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Di tengah persaingan smartphone yang makin padat, satu nama terus mencuri perhatian di segmen harga terjangkau:...

planet Merkurius

Merkurius: Planet Kecil dengan Suhu Paling Ekstrem di Tata Surya

byDenny ZY
03/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Di antara deretan planet dalam tata surya, ada satu yang sering luput dari perhatian. Ukurannya kecil,...

Trojan Android

Ancaman di Android 2025: Trojan Perbankan Naik Drastis

byDenny ZY
03/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Di balik kemudahan transaksi digital, ada ancaman yang bergerak diam-diam. Tahun 2025 menjadi salah satu periode...

Berita Terbaru

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memastikan ketersediaan BBM dan LPG di wilayah Sumatera Bagian Selatan tetap terjaga, serta memastikan keberlanjutan pasokan bagi masyarakat.Dok/Pertamina.
Ekonomi dan Bisnis

APBN Hanya Kuat Menahan Kenaikan BBM Dalam Hitungan Minggu

byEffran
05/04/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semakin besar seiring lonjakan harga minyak dunia. Sejumlah ekonom...

Read moreDetails
Buntut Kasus Amsal Sitepu, Heboh Dugaan Mobil ke Kejari: Harta Rp47 Miliar Bupati Karo Disorot

Buntut Kasus Amsal Sitepu, Heboh Dugaan Mobil ke Kejari: Harta Rp47 Miliar Bupati Karo Disorot

05/04/2026
Menteri Agama Ajak Umat Kristiani Doakan Keharmonisan Bangsa Indonesia

Menteri Agama Ajak Umat Kristiani Doakan Keharmonisan Bangsa Indonesia

05/04/2026
Sassuolo menang 2-1 atas Cagliari

Jay Idzes Bantu Sassuolo Tekuk Cagliari 2-1 Setelah Sempat Tertinggal

05/04/2026
Penyerang Manchester City Erling Haaland

Manchester City ke Semifinal Piala FA, Haaland Cetak Hattrick

05/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.