Jakarta (Lampost.co)–Euforia kemenangan telak 4-0 atas Saint Kitts dan Nevis di laga pembuka FIFA Series 2026 kini mulai teredam fokus tinggi. Kapten Tim Nasional Indonesia, Jay Idzes, menegaskan laga penutup melawan Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (30/3/2026) malam, merupakan tolok ukur sebenarnya kekuatan skuad Garuda di bawah John Herdman.
Bagi Idzes, kemenangan di laga pertama memang penting untuk membangun kepercayaan diri. Namun melawan tim sekelas Bulgaria adalah tantangan dengan level yang jauh berbeda. Laga ini akan menjadi pembuktian sejauh mana proses adaptasi para pemain terhadap filosofi dan perubahan yang John Herdman dan staf pelatihnya bawa.
Melawan Raksasa Eropa Peringkat 87 Dunia
Bulgaria datang ke Jakarta dengan reputasi mentereng. Tim asuhan Aleksandar Dimitrov tersebut merupakan kontestan yang sudah tujuh kali mencicipi panggung Piala Dunia. Secara peringkat FIFA, Bulgaria berada di posisi 87 dunia. Mereka unggul jauh 33 tingkat di atas Indonesia yang menempati peringkat 120 dunia.
Baca juga: Debut Manis Era John Herdman, Garuda Gilas Saint Kitts dan Nevis 4-0 di SUGBK
Ketajaman lini serang Bulgaria juga sudah teruji di laga pertama FIFA Series. Mereka membantai Kepulauan Solomon dengan skor sangat telak 10-2. Jay Idzes, yang baru saja mendapat anugerah gelar Men’s Player of The Year pada PSSI Awards, Sabtu (28/3/2026) kemarin, menyadari betul fakta ini.
“Tentu ini menjadi laga yang berbeda, standar yang berbeda. Dan kami tidak sabar untuk menguji diri kita sendiri melawan tim yang hebat. Kami akan melakukan persiapan seperti yang biasanya kami lakukan. Tentu dengan pelatih yang baru, staf yang baru, dengan perubahan yang baru,” ujar bek andalan klub Serie A Italia, Sassuolo, tersebut.
Kembalinya Elkan Baggott dan Kokohnya Lini Belakang
Salah satu sorotan utama dalam era baru John Herdman adalah kembalinya Elkan Baggott ke skuad Garuda setelah dua tahun absen dari panggilan tim nasional. Di laga melawan Saint Kitts dan Nevis, Herdman langsung memasangkan Idzes dan Baggott sebagai duet bek tengah dalam formasi 4-4-2.
Jay Idzes memberikan pujian setinggi langit bagi pemain Ipswich Town tersebut. Menurutnya, kehadiran Elkan memberikan dimensi baru bagi pertahanan Indonesia, tidak hanya dari segi postur fisik, tetapi juga kepemimpinan di lapangan.
“Pria yang besar, dia sangat tinggi. Bahkan, dia lebih tinggi daripada saya. Sejujurnya, dia adalah pria yang mengagumkan. Dia sangat vokal, dan saya pikir dia adalah pemain yang sangat bagus. Saya pikir dia akan sangat membantu kami di masa depan,” ujar Idzes mengenai tandem barunya tersebut.
Misi Pembuktian di Hadapan Publik Sendiri
Laga kontra Bulgaria bukan sekadar laga persahabatan biasa. Bagi Indonesia, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan mereka mampu bersaing dengan tim-tim dari konfederasi UEFA. Dengan dukungan penuh puluhan ribu suporter di SUGBK, harapannya John Herdman mampu meramu strategi yang tepat untuk meredam keganasan lini serang Bulgaria yang sangat produktif.
Persiapan matang dan koordinasi antara pemain senior seperti Idzes dan kembalinya Elkan Baggott harapannya menjadi kunci sukses Indonesia untuk menutup ajang FIFA Series 2026 dengan hasil yang membanggakan.








