Kalianda (lampost.co)–Aktivitas pariwisata di Dermaga Bom Kalianda menunjukkan tren penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini memberikan dampak langsung terhadap keberlangsungan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggantungkan hidup dari denyut nadi ekonomi di kawasan pesisir tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin, 30 Maret 2026, kepadatan wisatawan di lokasi ini tidak lagi setinggi tahun-tahun sebelumnya. Meskipun Dermaga Bom dikenal memiliki keunggulan panorama laut dan kuliner yang khas, kini masyarakat memiliki beragam alternatif destinasi pantai baru di wilayah Kalianda yang menawarkan fasilitas serta pemandangan yang tak kalah bersaing.
“Dulu hampir setiap hari kawasan ini ramai. Sekarang keramaian hanya terjadi sesekali pada pagi hari di pasar ikan atau sore hari saat ada acara tertentu. Banyaknya pilihan tempat wisata lain membuat orang tidak lagi terpusat di sini,” ungkap Layla, salah satu pedagang senior di kawasan tersebut.
Menyusutnya jumlah pelancong berdampak drastis pada pendapatan harian para pedagang. Penurunan omzet yang signifikan bahkan memaksa sejumlah pelaku usaha untuk menutup lapak mereka karena minimnya daya beli. Para pedagang yang masih bertahan kini sangat berharap adanya sentuhan inovasi serta kebijakan penataan kawasan yang lebih modern dari pihak pengelola.
Penataan ulang sarana dan prasarana menjadi kunci agar Dermaga Bom Kalianda kembali memiliki daya tarik kompetitif. Dengan pengelolaan yang lebih segar, kawasan ikonik di Lampung Selatan ini mampu menarik kembali minat wisatawan. Pada akhirnya akan menghidupkan kembali produktivitas ekonomi masyarakat pesisir sekitar secara berkelanjutan. (Magang/Intan)







