Kalianda (lampost.co)–Tugu perbatasan yang memisahkan wilayah Lampung Selatan dengan Bandar Lampung kembali menjadi magnet bagi para pelintas selama periode arus balik Lebaran 2026. Kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda wilayah, tetapi telah bertransformasi menjadi ruang singgah yang memberikan kesan mendalam bagi para pemudik.
Berdasarkan pantauan pada Senin, 30 Maret 2026, arus kendaraan, terutama sepeda motor, terpantau memadati area sekitar tugu. Banyak pemudik yang memilih menepi sejenak untuk melepas lelah setelah menempuh perjalanan jauh menuju pelabuhan. Di samping beristirahat, arsitektur tugu yang ikonik menjadikannya latar belakang wajib untuk mengabadikan momen perjalanan melalui swafoto.
“Saya menempuh perjalanan menuju Jakarta bersama rombongan. Berfoto di tugu ini sudah menjadi agenda wajib setiap kali melintas sebagai kenang-kenangan perjalanan,” ungkap Dewi, pemudik di lokasi.
Keramaian ini membawa berkah tersendiri bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang menjajakan beragam kuliner, mulai dari minuman segar hingga makanan berat. Rani, seorang pedagang yang sudah lama berjualan di sana, mengaku volume pembeli meningkat drastis setiap memasuki masa arus mudik dan balik.
Meski menjadi titik favorit, para pengguna jalan menaruh harapan besar pada pengembangan kawasan ini di masa depan. Angga, pemudik lainnya, menyarankan agar area tersebut tertata lebih rapi dengan penambahan fasilitas penunjang yang lebih layak. Dengan pengelolaan yang lebih tertib dan nyaman, tugu perbatasan ini berpotensi menjadi rest area informal yang lebih representatif sekaligus terus menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar secara berkelanjutan. (Magang/Intan)







