Bandar Lampung (Lampost.co) — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan capaian masyarakat sejahtera menjadi kado istimewa HUT ke-62 Provinsi Lampung.
Ia menyebut tingkat kemiskinan berhasil turun hingga satu digit untuk pertama kali dalam 40 tahun terakhir.
Persentase penduduk miskin tercatat 9,66 persen pada September 2025.
Jihan menilai capaian itu mencerminkan kerja keras seluruh elemen masyarakat Lampung.
Ia juga menegaskan kualitas sumber daya manusia terus meningkat.
Nilai Indeks Pembangunan Manusia mencapai 73,98 poin dan masuk kategori tinggi.
Pada sektor tata kelola, pemerintah provinsi berhasil meningkatkan akuntabilitas kinerja.
Lampung meraih predikat Sangat Baik atau BB pada Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2025.
Selain itu, Lampung mencatat prestasi sebagai provinsi dengan kualitas pelayanan publik tertinggi.
Capaian itu menempatkan Lampung sebagai satu-satunya provinsi terbaik dari 38 provinsi.
Jihan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi membangun daerah.
Ia menyebut dukungan datang dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPRD, TNI, Polri, swasta, akademisi, pers, dan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah harus sejalan dengan arah pembangunan nasional.
Ia menegaskan Asta Cita Presiden menjadi pedoman utama pembangunan Indonesia.
Lampung mengambil peran penting menerjemahkan visi tersebut ke dalam program konkret sesuai potensi daerah.
Jihan menyoroti berbagai program nasional yang memberi dampak besar bagi masyarakat.
Program makan bergizi gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, koperasi daerah tertinggal, sekolah rakyat, dan pembangunan rumah sakit terus berjalan.
Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah mengawal dan menyukseskan program tersebut.
Pemerintah juga mempercepat kesiapan lahan agar pelaksanaan program berjalan lancar.
Jihan menegaskan Lampung aktif mendukung program nasional.
Sekolah rakyat telah beroperasi dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Sebanyak 1.081 dapur SPPG tersebar dan menempatkan Lampung dalam 10 provinsi dengan realisasi tertinggi.
Program itu menjangkau 2,8 juta penerima manfaat dengan potensi perputaran ekonomi mencapai Rp12,1 triliun per tahun.
Agenda Nasional
Pemerintah Provinsi Lampung juga menyusun RPJMD 2025–2029 selaras dengan agenda nasional.
Fokus utama pembangunan mengarah pada hilirisasi dan peningkatan nilai tambah komoditas.
Melalui program Desa Maju, pemerintah membangun 34 unit bed dryer pada 34 desa tahun 2025.
Program itu menekan kehilangan hasil panen hingga 7 persen.
Pemerintah akan menambah 82 unit bed dryer pada tahun 2026.
Selain itu, pemerintah menyalurkan 500 pusat produksi pupuk hayati cair pada 1.000 sentra tani.
Target peningkatan mencapai 1.500 titik produksi pada tahun 2026.
Jihan menegaskan seluruh program tersebut memperkuat fondasi ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Lampung.








