Atlanta (Lampost.co)–Tim Nasional Amerika Serikat (USMNT) harus menghadapi kenyataan pahit dalam persiapan mereka menuju Piala Dunia 2026. Bertindak sebagai salah satu tuan rumah, skuad asuhan Mauricio Pochettino justru menelan kekalahan kedua secara beruntun dalam laga persahabatan internasional. Teranyar, The Stars & Stripes dipaksa menyerah 0-2 oleh Portugal di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Rabu (1/4/2026) pagi WIB.
Kekalahan ini menjadi sinyal peringatan serius bagi publik sepak bola Amerika Serikat. Pasalnya, hanya beberapa hari sebelumnya atau Minggu (29/3), mereka juga hancur lebur di kandang sendiri setelah digilas Belgia dengan skor telak 2-5. Dua hasil minor di hadapan pendukung sendiri ini memicu keraguan mengenai kesiapan mental dan taktis tim menjelang turnamen empat tahunan tersebut.
Dominasi Portugal tanpa Cristiano Ronaldo
Meskipun tampil tanpa megabintang Cristiano Ronaldo, Portugal tetap menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia. Pelatih Portugal menurunkan nama-nama beken seperti Bruno Fernandes, Vitinha, hingga Diogo Dalot. Di sisi lain, AS juga turun dengan kekuatan penuh, termasuk Christian Pulisic, Weston McKennie, dan Timothy Weah.
Baca juga: Brasil Tekuk Kroasia, Messi Pimpin Argentina Pesta Gol
Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal, namun efektivitas serangan balik Portugal menjadi pembeda. Pada menit ke-37, berawal dari kesalahan operan pemain AS di lini tengah, Bruno Fernandes merebut dan menguasai bola.
Gelandang Manchester United tersebut mengirimkan umpan akurat kepada Francisco Trincao yang kemudian menyelesaikannya dengan sepakan kaki kiri mematikan. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Sihir Joao Felix dan Jeniusnya Bruno Fernandes
Memasuki babak kedua, Mauricio Pochettino mencoba menyegarkan taktik dengan menarik keluar Pulisic dan McKennie untuk digantikan pemain muda seperti Max Arfsten dan Tanner Tessman. Namun, pergantian pemain Portugal justru terbukti lebih berdampak instan.
Joao Felix yang masuk dari bangku cadangan langsung memberikan “ledakan” pada menit ke-59. Memanfaatkan umpan sepak pojok dari Bruno Fernandes—yang mencatatkan asis keduanya malam itu—Felix mengontrol bola di luar kotak penalti sebelum melepaskan tendangan setengah voli yang indah ke gawang AS. Gol spektakuler tersebut menggandakan keunggulan Portugal menjadi 2-0 dan praktis mengunci kemenangan bagi tim tamu.
Evaluasi Menuju Grup Neraka
Kekalahan ini menyisakan banyak pekerjaan rumah bagi Pochettino. Lini pertahanan AS terlihat rapuh dalam menghadapi transisi cepat lawan, sebuah masalah yang juga terlihat saat melawan Belgia. Padahal, di Piala Dunia 2026 nanti, AS tergabung dalam Grup D yang cukup kompetitif bersama Paraguay, Australia, dan Turki.
Sementara itu, Portugal menunjukkan kematangan bermain yang luar biasa. Tim asuhan Roberto Martinez ini tergabung di Grup K bersama Republik Demokratik Kongo, Uzbekistan, dan Kolombia. Dengan performa solid seperti ini, Portugal diprediksi akan melaju jauh saat turnamen resmi mulai pada 11 Juni mendatang di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.








