Jakarta (lampost.co)–Pemerintah terus memacu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencapai target ambisius 82,9 juta penerima hingga akhir tahun 2026. Fokus utama saat ini adalah mempercepat penyerapan program di lingkungan pondok pesantren dan sekolah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) yang tercatat masih rendah.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa hingga saat ini distribusi MBG di sekolah umum telah menyentuh angka 80 persen. Namun, untuk lingkungan pesantren, realisasinya baru mencapai kisaran 10 persen.
“Pondok pesantren ini menjadi perhatian serius kami. Kendala utama ada pada pendataan, padahal santri-santri di sana sangat memerlukan asupan gizi yang baik. Kami sudah melakukan rapat koordinasi berkali-kali untuk menuntaskan ini,” ujar pria yang akrab disapa Zulhas tersebut di Jakarta, Kamis, 2 April 2026.
Guna mengatasi hambatan administratif, pemerintah memutuskan untuk membuka jalur khusus bagi pesantren, Madrasah Tsanawiyah, hingga Aliyah. Jalur ini memungkinkan lembaga pendidikan di bawah Kemenag untuk berkoordinasi langsung dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Pondok sekarang punya jalur khusus untuk percepatan. Kami akan menyempurnakan data pendataan agar semua sekolah di bawah naungan Kemenag segera terakomodasi,” tegas Zulhas.
Evaluasi Ketat
Selain masalah penyaluran, pemerintah juga bersikap tegas terhadap kualitas operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Berdasarkan data per 30 Maret 2026, program MBG telah menjangkau 38 provinsi dengan total 61,6 juta penerima manfaat melalui 26.066 SPPG yang beroperasi.
Namun, dalam proses evaluasi, ada ribuan dapur yang tidak memenuhi standar. Sebanyak 2.162 unit SPPG tercatat mengalami kendala operasional, dengan rincian 1.789 dapur sanksi penangguhan, 368 unit Surat Peringatan Pertama (SP1), dan lima unit menerima SP2.
“Kami terus melakukan penyempurnaan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ada 1.789 dapur yang kami suspend agar segera perbaikan. Jika dalam masa penangguhan tidak ada perbaikan kualitas, maka operasional dapur tersebut akan kami tutup secara permanen,” katanya. (ANT)








