Jakarta (Lampost.co)–Penampilan Tim Nasional Indonesia dalam ajang FIFA Series 2026 di bawah nakhoda baru, John Herdman, terus menuai sorotan positif berbagai kalangan. Salah satu apresiasi datang dari penyerang legendaris Indonesia era 1980-an, Bambang Nurdiansyah. Pria yang akrab disapa Banur tersebut menilai pelatih asal Inggris itu telah berhasil menyuntikkan filosofi permainan baru yang lebih modern ke dalam tubuh Skuad Garuda dalam waktu yang relatif singkat.
Sejak resmi menangani Timnas Indonesia pada Januari 2026, John Herdman memang membawa ekspektasi besar. Debut manisnya berawal dengan kemenangan telak 4-0 atas Saint Kitts dan Nevis, serta performa solid saat hanya kalah tipis 0-1 dari tim kuat Eropa, Bulgaria, di babak final FIFA Series.
Dominasi Penguasaan Bola dan Alur Operan Pendek
Menurut Bambang Nurdiansyah, perubahan paling mencolok yang Herdman bawa adalah kenyamanan para pemain dalam melakukan operan-operan pendek. Hal ini membuat Indonesia tampil lebih dominan dalam penguasaan bola (ball possession), sebuah identitas yang jarang terlihat secara konsisten pada periode-periode sebelumnya.
Baca juga: Thom Haye Puji Penampilan Beckham Putra di FIFA Series 2026
“Dalam waktu yang singkat, dia memberikan bentuk baru untuk cara bermain timnas. Sejauh ini bagus, ya,” ujar Bambang di Jakarta, Kamis (2/4/2026). Ia menambahkan kemajuan ini terlihat jelas bahkan ketika Indonesia menelan kekalahan tipis dari Bulgaria. Skuad Garuda tetap mampu mendikte permainan dan tidak sekadar mengandalkan serangan balik spekulatif.
Lampaui STY dan Kluivert
Statistik menunjukkan awal kepemimpinan John Herdman di Indonesia jauh lebih impresif dari dua pendahulunya. Sebagai perbandingan, debut Shin Tae-yong (STY) pada Mei 2021 diwarnai kekalahan 2-3 dari Afghanistan. Sementara itu, debut Patrick Kluivert pada Maret 2025 berakhir pahit dengan kekalahan telak 1-5 dari Australia di ajang Kualifikasi Piala Dunia.
Kemenangan 4-0 di laga perdana, Herdman memberikan suntikan kepercayaan diri yang besar bagi para pemain dan penggemar sepak bola nasional. “Bersama John Herdman, harapannya tentu lebih baik dari sebelumnya,” ujar Bambang yang juga merupakan pahlawan emas SEA Games 1991.
Sektor Striker Jadi PR Terbesar
Meski memberikan pujian, pria yang kini menjabat sebagai direktur teknik Persita Tangerang tersebut tetap memberikan catatan kritis. Bambang mengingatkan Herdman baru memimpin dalam dua pertandingan, sehingga masih banyak aspek yang perlu evaluasi sebelum timnas terjun ke turnamen yang lebih kompetitif.
Salah satu rekomendasi utama Banur adalah penambahan amunisi di lini serang. Sebagai mantan penyerang tajam, ia merasa intensitas serangan Indonesia perlu peningkatan dengan kehadiran ujung tombak baru yang lebih klinis. “Kalau saya pribadi, timnas harus menambah pemain di sektor striker,” ujarnya.
Bambang yakin tim kepelatihan di bawah John Herdman memiliki kemampuan mengidentifikasi kekurangan tersebut sambil terus mengasah kelebihan yang sudah ada. Dukungan penuh kini mengalir bagi pelatih asal Inggris tersebut untuk membawa Timnas Indonesia melangkah lebih jauh di kancah internasional.








