Bandar Lampung (Lampost.co) — Kenaikan harga plastik yang terjadi sejak beberapa pekan lalu membuat sejumlah pedagang di Bandar Lampung menaikkan harga barang demi menambal modal yang mereka keluarkan.
Salah satunya yang dikemukakkan oleh, Eddi, pemilik Toko Oemah Kue itu mengaku terpaksa menaikkan harga kue yang ia jual meskipun berat.
Namun hal ini tetap ia lakukan agar usahanya tetap bisa berjalan. “Ya, bagaimana orang beli kue Rp10 ribu saja kadang plastiknya minta 2-3 pcs plastik,” kata Edi.
Edi mengaku sejak kenaikan harga plastik ia menaikkan harga kue maupun gorengan yang awalnya dijual Rp1.000/pcs saat ini naik menjadi Rp5.000/4 pcs.
Dengan kenaikan harga kue tersebut otomatis ia banyak mendapat komplain dari pembeli. Edi mengaku jika biasanya menghabiskan 300 butir gorengan perhari, namun ketika dinaikkan menjadi Rp5000/4 pcs omsetnya turun drastis. “Saya biasanya bawa gorengan 300 biji itu habis, sejak dinaikkan kadang masih sisa separuh,” ungkapnya.
Dengan kondisi seperti saat ini, pria bertubuh gempal itu mengaku kesulitan untuk mengatur harga, mengingat harga plastik yang naik signifikan. “Kami sebagai pedagang tentu bingung bagaimana mencari jalan alternatif. Di sisi lain modal kita bertambah,sehingga menaikkan harga. Tapi di sini lain keuntungan juga menipis karena orang beli menjadi seikit. Sampai sekarang kami masih mencari jalan terbaik dengan koordinasi dengan mitra-mitra kami di sini,” ucapnya.
Diakuinya, sejak empat tahun berjualan baru kali ini ia menaikkan harga, mengingat harga bahan baku kue dan plastik terus mengalami kenaikan. “Sejak kami buka empat tahun lalu belum pernah menaikkan harga, baru kali ini,” sebutnya.
Ganti Harga
Hal senada dikatakan oleh pemilik Toko Snack Baba Rara, Vivi Septiani, mengaku terpaksa harus menaikkan harga jual sejak harga plastik naik drastis, terutama seusai lebaran. “Harga plastik bukan naik lagi, tapi ganti harga,”ujar Vivi.
Ia mengaku, dengan kenaikan harga plastik tersebut berimbas pada kenaikan harga snack yang ia jual. “Tidak cuma harga plastik, harga sncak juga ikut naik. Dari produsennya sudah mahal, jadi ikutan naik,” ucapnya.
Vivi mengaku untuk mensiasati hal tersebut ia melakukan subsidi silang untuk setiap jenis snack yang ia jual. “Tidak semua naik, seperti keripik pisang, pangsit itu naik, yang lain subsidi silang,” pungkasnya.








