Kalianda (Lampost.co)–Perum Bulog Kantor Cabang Lampung Selatan terus mengakselerasi persiapan penyaluran bantuan pangan beras bagi masyarakat di wilayah setempat. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan jaring pengaman ekonomi bagi warga berpenghasilan rendah.
Pimpinan Cabang Bulog Lampung Selatan, Fadrial Farhan, mengungkapkan pihaknya kini telah menyiapkan sedikitnya 700 ton beras yang siap distribusi. Program ini menjadi sangat krusial mengingat fluktuasi harga kebutuhan pokok yang sering memberatkan kelompok masyarakat rentan.
Pemenuhan Target dan Prioritas Penyaluran Tahap Awal
Meski stok yang siap salur saat ini baru mencapai 700 ton, Fadrial menjelaskan proyeksi total kebutuhan beras untuk program bantuan pangan di seluruh wilayah Lampung Selatan mencapai 3.800 ton. Kekurangan stok tersebut akan pihaknya penuhi secara bertahap seiring dengan kiriman tambahan dari Pemerintah Pusat.
Baca juga: Perkuat Stok Pangan, Bulog Lampung Targetkan Serapan 120 Ribu Ton Jagung Lokal Sepanjang 2026
Untuk tahap awal, Bulog Lampung Selatan telah menetapkan skala prioritas. Penyaluran akan lebih dahulu fokus memenuhi kebutuhan masyarakat di empat kecamatan. Strategi ini bertujuan agar bantuan dapat segera masyarakat rasakan manfaatnya tanpa harus menunggu seluruh total kuota terpenuhi di gudang.
“Penyaluran masih dalam tahap persiapan dan koordinasi intensif. Kami memastikan mekanisme distribusi ini nantinya benar-benar tepat sasaran dan diterima masyarakat yang memang sangat membutuhkan,” ujar Fadrial dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026).
Kendala Teknis: Krisis Kemasan dan Solusi ‘Repack’
Di balik kesiapan stok beras yang melimpah, Bulog Lampung Selatan menghadapi tantangan teknis yang cukup unik. Fadrial memaparkan kecepatan distribusi saat ini terkendala ketersediaan karung atau kemasan beras. Hal ini karena sebagian bahan baku kemasan masih bergantung pada pasokan impor, yang mengakibatkan hambatan pada lini pengemasan massal.
Namun, kendala tersebut tidak menyurutkan langkah Bulog. Sebagai solusi taktis agar bantuan tidak tertahan di gudang, pihak Bulog melakukan proses pengemasan ulang (repack) secara mandiri. Beras-beras tersebut dikemas ke dalam ukuran 10 kilogram agar lebih praktis dan memudahkan pembagian keluarga penerima manfaat.
“Ketersediaan beras sebenarnya sangat aman, begitu juga dengan minyak goreng. Kendala murni hanya pada ketersediaan kemasan dari pusat. Untuk sementara kami lakukan repack manual agar bantuan tetap bisa segera meluncur ke tangan warga,” ujarnya.
Sinergi Pemerintah Daerah dan Ketahanan Pangan
Guna memastikan kelancaran program ini, Bulog terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam hal validasi data penerima. Koordinasi ini bertujuan meminimalisasi kesalahan distribusi agar bantuan pangan tidak salah sasaran.
Dengan stok pangan utama yang dalam kondisi aman dan mencukupi, masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Bulog Lampung Selatan menargetkan seluruh proses distribusi dapat terealisasi dalam waktu dekat, sehingga beban pengeluaran rumah tangga masyarakat berpenghasilan rendah dapat segera teratasi melalui intervensi bantuan pangan ini.








