Gunung Sugih (lampost.co)—Jalan rusak selama ini menjadi salah satu keluhan utama masyarakat Lampung. Karena itu, pemerintah menargetkan perbaikan besar-besaran, termasuk 200 kilometer jalan provinsi pada tahun ini.
Khusus di Lampung Tengah, yang merupakan poros konektivitas wilayah, tingkat kemantapan jalan akan meningkat dari 89 persen menjadi 98 persen pada tahun ini. Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan dana Rp66,69 miliar untuk perbaikan ruas jalan Padang Ratu-Kalirejo, Lampung Tengah.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memastikan perbaikan jalan memenuhi spesifikasi teknis yang matang. Material rigid beton menjadi pilihan untuk daya tahan terhadap beban kendaraan berat dengan proyeksi lebih awet untuk jangka panjang. Sistem drainase juga menjadi fokus utama agar air tidak lagi menggenang dan merusak struktur jalan.
“Pembangunan ini adalah jawaban atas keluhan masyarakat yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Setiap rupiah yang kita anggarakan harus memberikan manfaat nyata bagi mobilitas dan ekonomi warga,” kata Gubernur, akhir pekan ini.
Ia turun langsung ke lapangan untuk memastikan pengerjaan jalan sepanjang 6,5 kilometer ini berjalan sesuai standar. Menurutnya, pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan warga.
“Jalan yang baik akan meningkatkan nilai hasil pertanian, memperlancar penyaluran, serta mendukung aktivitas sosial masyarakat. Misalnya untuk akses ke sekolah dan tempat ibadah,” kata Mirza.








