IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 07/04/2026 00:20
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Harga Material Melonjak, Pasar Properti Lampung Tetap Stabil

Ricky MarlyNurbyRicky MarlyandNur
06/04/26 - 20:53
in Ekonomi dan Bisnis, Lampung
A A
Harga Material Melonjak, Pasar Properti Lampung Tetap Stabil
ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co) — Krisis global yang tengah melanda dunia saat ini tidak membawa pengaruh bagi sektor properti di Indonesia, terutama di Lampung. Hal ini terlihat dari minat masyarakat terhadap hunian masih cukup tinggi.

Namun tidak bisa dipungkiri perang antara Iran-Amerika berdampak pada melambungnya harga material pabrikan. Seperti keramik, besi, rangka baja, maupun bahan material lainnya.

“Akan tetapi untuk skala industri homemade, contohnya genteng dan bata tidak ada pengaruhnya. Justru malah memberikan rezeki bagi mereka karena banyak developer yang menggunakan hable, kembali memakai bata merah,” kata pemilik developer PT Citra Manunggal Sejahtera, Hairul Effendi.

Hairul mengaku, kenaikan harga material tersebut juga tidak mempengaruhi harga jual properti di pasaran. “Kalau harga properti tidak berpengaruh banyak, hanya saja mempengaruhi sedikit margin untuk developer. Tetapi kuantitasnya yang meningkat,” ungkap Hairul yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPD REI Lampung.

Ia juga mengatakan, di tengah krisis ekonomi global saat ini, minat masyarakat terhadap rumah subsidi, khususnya di Lampung juga masih sangat tinggi.

“Malah developer kesulitan dalam pengadaan bahan baku lahan karena demand-nya yang cukup tinggi. Regulasi yang menghambat adalah aturan tentang LSD (lahan sawah yang dilindungi), LP2B (lahan pertanian pangan berkelanjutan),” ujarnya.

Untuk mengatasi hal itu, langkah yang mereka lakukan dengan mencari lokasi di pinggiran Kota Bandar Lampung. Contohnya wilayah Sabahbalau dan sekitarnya, Pesawaran, dan perbatasan Kota Metro dan Lampung Selatan.

 

Menunjukkan Ketahanan

Terpisah, Ketua DPD REI Lampung, Yuliana Gunawan, juga mengatakan di tengah dinamika ekonomi global, sektor properti di Lampung tetap menunjukkan ketahanan. Kenaikan suku bunga global, fluktuasi nilai tukar, serta ketegangan geopolitik memang memberikan tekanan. Terutama terhadap biaya material bangunan dan biaya pendanaan.

Namun demikian, dampak terhadap permintaan masyarakat di Lampung relatif terbatas. Kebutuhan hunian tetap tinggi dan didominasi oleh kebutuhan riil. Oleh karena itu, faktor global tidak menjadi penentu utama perlambatan pasar.

Sebaliknya, tantangan terbesar justru berasal dari dalam negeri, seperti kebijakan SLIK, kendala RDTR, serta penetapan lahan sawah dilindungi (LSD) yang secara langsung memengaruhi ketersediaan lahan dan percepatan pengembangan proyek.

“Dampak global ada, tetapi bukan faktor utama. Justru kebijakan domestik seperti SLIK, RDTR, dan lahan sawah dilindungi yang paling menghambat percepatan sektor ini,” jelasnya.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, DPD REI Lampung telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja sektor properti tetap berjalan optimal di 2026.

Langkah utamanya antara lain memperkuat kolaborasi dengan perbankan guna mempercepat proses pembiayaan. Mendorong percepatan perizinan bersama pemerintah daerah. Serta mengoptimalkan pemasaran di kawasan Segitiga Emas rumah subsidi yang memiliki tingkat permintaan paling stabil.

Selain itu, berbagai kegiatan promosi seperti pameran properti dan kampanye digital. Serta momentum kegiatan nasional REI di Lampung juga akan bermanfaat untuk meningkatkan kepercayaan pasar dan menarik minat konsumen.

Ia menegaskan bahwa kunci utama pertumbuhan sektor ini terletak pada keberhasilan mengatasi hambatan struktural yang ada.

“Kunci 2026 jelas: percepatan perizinan dan kemudahan pembiayaan. Tanpa itu, pasar akan berjalan, tapi tidak akan bisa melompat,” tandasnya.

Tags: hargaLAMPUNGmasyarakatMaterialproperti
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Daya Beli Menurun, Pelaku UMKM di Persit Keluhkan Penurunan Omzet

Daya Beli Menurun, Pelaku UMKM di Persit Keluhkan Penurunan Omzet

byRicky Marly
06/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Lesunya kondisi ekonomi mulai dirasakan secara nyata oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)...

Mahasiswa Dituntut Kritis Jalankan Fungsi Kontrol Pemerintah, Namun Tetap Santun

Mahasiswa Dituntut Kritis Jalankan Fungsi Kontrol Pemerintah, Namun Tetap Santun

byAsrul Septianand1 others
06/04/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman menekankan mahasiswa untuk menjaga fungsi kontrol sosial secara intelektual. Ia mengatakan hal...

Gubernur Sebut Bonus Demografi Lampung 71% Usia Angkatan Kerja

Gubernur Sebut Bonus Demografi Lampung 71% Usia Angkatan Kerja

byAsrul Septianand1 others
06/04/2026

Bandar Lampung (lampost.co)-- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyoroti pentingnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) saat ini. Ia mengatakan Provinsi...

Berita Terbaru

67 Perusahaan Pemicu Banjir di Sumatra Diberi Sanksi Oleh KLH
Nasional

67 Perusahaan Pemicu Banjir di Sumatra Diberi Sanksi Oleh KLH

byWandi Barboyand1 others
07/04/2026

Jakarta (Lampost.co): Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menjatuhkan sanksi administratif kepada 67 perusahaan yang beroperasi di tiga provinsi terdampak banjir pada...

Read moreDetails
Daya Beli Menurun, Pelaku UMKM di Persit Keluhkan Penurunan Omzet

Daya Beli Menurun, Pelaku UMKM di Persit Keluhkan Penurunan Omzet

06/04/2026
Rektor Imbau Mahasiswa Berorganisasi Secara Produktif

Rektor Imbau Mahasiswa Berorganisasi Secara Produktif

06/04/2026
Mahasiswa Dituntut Kritis Jalankan Fungsi Kontrol Pemerintah, Namun Tetap Santun

Mahasiswa Dituntut Kritis Jalankan Fungsi Kontrol Pemerintah, Namun Tetap Santun

06/04/2026
Gubernur Sebut Bonus Demografi Lampung 71% Usia Angkatan Kerja

Gubernur Sebut Bonus Demografi Lampung 71% Usia Angkatan Kerja

06/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.