Kediri (Lampost.co)–Stadion Brawijaya, Kota Kediri, menjadi saksi bisu perjuangan keras tuan rumah Persik Kediri saat menjamu Persijap Jepara dalam lanjutan pekan ke-26 Super League 2025/2026, Senin (6/4/2026). Meski tampil dominan sepanjang 90 menit, tim berjuluk Macan Putih tersebut harus puas berbagi satu angka setelah laga berakhir imbang kacamata, 0-0.
Hasil ini membuat Persik Kediri masih tertahan di peringkat ke-12 klasemen sementara dengan koleksi 30 poin. Sementara itu, bagi Persijap Jepara, tambahan satu poin di laga tandang ini menempatkan mereka di posisi ke-14 dengan raihan 22 poin. Kedua tim kini harus bekerja lebih keras di sisa musim untuk memperbaiki posisi mereka di papan tengah klasemen.
Dominasi Macan Putih dan Drama Gol yang Dianulir
Sejak peluit babak pertama berbunyi, Persik Kediri langsung mengambil inisiatif menyerang. Dengan dukungan ribuan suporter setianya, anak asuh Marcos Reina Torres mengurung pertahanan Persijap. Peluang emas pertama hadir pada menit ke-28 melalui penyerang andalan mereka, Jose Enrique.
Baca juga: Beckham Putra Ungkap Kunci Kemenangan Persib Bandung di Markas Kabau Sirah
Enrique sukses menggetarkan jala gawang Persijap yang memicu sorak-sorai publik Brawijaya. Namun, kegembiraan tersebut tidak bertahan lama. Setelah melakukan peninjauan melalui video assistant referee (VAR), wasit memutuskan menganulir gol tersebut karena Enrique berada dalam posisi offside. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga turun minum.
Gagal Penalti dan Masalah Kebugaran Pemain
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Persik tidak menurun. Peluang emas kembali datang pada menit ke-60 setelah wasit menunjuk titik putih akibat pelanggaran di kotak terlarang Persijap. Jose Enrique kembali maju sebagai eksekutor untuk menebus golnya yang dianulir. Sial bagi tuan rumah, tendangan penalti Enrique mampu dibaca dengan sempurna dan ditepis kiper Persijap yang tampil gemilang sore itu.
Pelatih Marcos Reina Torres mengakui rasa kecewanya pascalaga. Ia menilai timnya sangat layak meraup poin penuh, namun faktor keberuntungan belum berpihak.
“Kami merasa pantas mendapatkan tiga poin. Ada satu gol dianulir dan penalti yang gagal. Ini soal keberuntungan, dan hari ini bukan milik kami,” ujar Marcos dalam sesi konferensi pers.
Marcos juga mengungkapkan timnya tengah dilanda krisis kebugaran. Sejumlah pilar utama, termasuk bintang Timnas Indonesia Ezra Walian, terpaksa absen akibat cedera dan akumulasi kartu. Meskipun demikian, ia tetap mengapresiasi pemain pelapis yang tampil solid menjaga clean sheet.
Persijap Gagal Penuhi Target Poin Penuh
Di sisi lain, pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, mengaku hasil imbang ini sebenarnya tidak sesuai dengan target awal timnya. Laskar Kalinyamat datang ke Kediri dengan ambisi mencuri tiga poin penuh demi menjauh dari papan bawah.
“Memang tidak sesuai dengan target. Kami datang ke sini target tiga poin, namun dapat satu poin sehingga harus lebih kerja keras lagi. Ke depan harus lebih bagus lagi, sehingga siap untuk laga depannya,” ujar Mario Lemos. Persijap kini harus segera melakukan evaluasi sebelum menghadapi jadwal padat di pekan-pekan mendatang.
Sepak bola, BRI Super League, musim 2025/2026, pekan ke-26, Persik Kediri vs Persijap Jepara, Hasil Bola, Stadion Brawijaya, Macan Putih, Laskar Kalinyamat, Info Bola, Liga Indonesia, Marcos Reina, Mario Lemos, Sepak Bola Indonesia, Update Klasemen, Kediri, Jepara, Kabar Bola,
Pemain Persik Kediri, Rendy Sanjaya (kiri), berebut bola dengan pemain Persijap Jepara, Aly Ndom (kanan), pada pertandingan BRI Super League di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (6/4/2026). Pertandingan berakhir imbang dengan skor 0-0. Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/tom.








