Bandar Lampung (Lampost.co) — Perum Bulog Lampung telah menyerap sekitar 330 ton beras dari tingkat petani, untuk memenuhi Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Kepala Perum Bulog Lampung Taufan Akib mengatakan meskipun belum menyerap secara maksimal, namun beberapa daerah di Lampung mulai panen. Sehingga penyerapan beras tingkat petani mulai berjalan.
“Informasi di lapangan beberapa daerah sudah ada yang panen. Dengan beberapa daerah yang panen alhamdulilah Bulog sudah menyerap. Sampai dengan saat ini sekitar 330 ton,” ujar Taufan Akib, Rabu 13 Maret 2024.
Pihaknya memperkirakan puncak panen raya di Lampung terjadi pada periode Maret hingga April. Perum Bulog sendiri memiliki target serapan tahun ini sebanyak 30.000 ton beras.
Harga Gabah
Di tengah tingginya harga beli tingkat petani, pihaknya mengakui jika itu menjadi kendala saat ini. Sebab pemerintah telah menentukan mulai dari harga gabah tingkat petani dan harga jual beras sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Itu yang menjadi kendala saat ini di pemerintah untuk penyerapan keperluan CBP penetapan harga pembelian pemerintah harga gabahnya Rp5.000/kg kemudian harga berasnya adalah Rp9.950/kg,” ucapnya.
“Kondisi sekarang di tingkat petani harga gabah masih sekitar Rp6.000-Rp7.000. Berasnya sendiri juga masih di atas HPP dari yang ditetapkan pemerintah. Sehingga ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuka menyerap,” tambahnya.
Menurutnya perlu ada fleksibilitas harga dari penetapan pemerintah. Begitu juga dengan kendala-kendala tersebut telah di laporkan ke pusat untuk meneruskan pemerintah.
“Terkait fleksibilitas harga serapan dari pemerintah itu nanti kebijakan dari pusat apa yang menjadi kendala di lapangan kami laporkan ke pusat. Tentunya mereka akan berkoordinasi dengan dan menginformasikan kepada pemerintah terkait kendala di lapangannya apa ada fleksibilitas harga atau tidak, kita lihat nanti,” ungkapnya.
Pihaknya optimis serapan beras tingkat petani akan mencapai target tahun ini. Melihat telah berakhirnya dampak kekeringan akibat El Nino, sehingga produktivitas petani kembali normal.
“Insyaallah (tercapai) kami terus optimis dan berupaya, melihat dari hasil produksinya, kalau produksinya bagus dan berhasil tentunya target akan terpenuhi. Bahkan mungkin melebihi target,” pungkasnya.








