Liwa (Lampost.co)–Usai merayakan hari raya Idulfitri, sejumlah warga di pekon/kelurahan dan kecamatan di Lampung Barat menggelar pesta Sekura Cakak Buah, Kamis, 11 April 2024.
Salah satunya di Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balikbukit, menggelar Sekura Cakak Buah yang menghadirkan Pj Bupati Lambar Nukman. Di beberapa pekon lainya juga melaksanakan hal serupa dengan pelaksanaan mulai pada H+2 Lebaran.
Pj Bupati Nukman mengatakan jika Sekura Cakak Buah ini merupakan budaya warisan dari nenek moyang khas Lampung Barat. Bahkan kini menjadi agenda even Nasional.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan ajang halalbihalal sekaligus ungkapan rasa syukur karena telah mampu menyelesaikan ibadah puasa sebulan penuh. Ungkapan syukur itu disampaikan melalui kegiatan seni budaya sekura dengan tujuan sebagai hiburan. Pesertanya umumnya mengenakan topeng/sekura.
Arak-arakan mengawali kegiatan ini, pesertanya ada yang mengenakan sekura cantik dan ada juga yang mengenakan sekura buruk rupa.
Baca Juga: Nukman Imbau Masyarakat Jaga Tradisi Sekura dan Panjat Pinang
Nukman mengaku, budaya sekura Lambar ini saat ini sudah masuk dalam agenda even nasional. “Lampung Barat memiliki dua even nasional yang mendapat pengakuan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kebudayaan yakni Sekura Cakak Buah dan Festival Sekala Bekhak,” katanya.
Hal itu tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Lambar mengingat tidak setiap daerah memiliki budaya yang masuk dalam agenda even nasional.
Karena itu, lanjut dia, Pemkab Lambar mendukung penuh kegiatan sekura cakak buah ini. Sebab kegiatan ini merupakan budaya warisan dari zaman ke zaman.
Untuk itu, seluruh lapisan masyarakat Lampung Barat dapat melestarikan warisan budaya nenek moyang ini dengan cara tetap menjaga tatakerama keindahan budaya.
“Mari tunjukkan tatakerama dan keindahan budaya yang menjadi kebanggan Lambar. Caranya masing-masing pesertanya harus mengenakan pakaian sopan dan tidak meminta-minta di jalan,” katanya.
Menurutnya, kegiatan sekura ini pada umumnya sering menggunakan dedaunan/ranting-ranting pohon yang tentunya identik dengan mengumpulkan sampah. Namun, perlu menjaga kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.
“Karena kegiatan ini sudah masuk even nasional, pelaporannya ke Kementerian sebagai salah satu dasar penilaian puncak Festival Skala Bekhak pada Juni mendatang,” jelasnya.
Ikuti berita Lampost.co lainnya di Google News.








