Malang (Lampost.co): Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi yang melontarkan abu vulkanik setinggi 900 meter di atas puncak pada Kamis pukul 07.42 WIB.
“Kolom abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang menuju ke arah utara,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto di Lumajang.
Baca juga: Remaja Tenggelam di Bendungan Ditemukan Tidak Bernyawa
Pada hari yang sama, Gunung Semeru mengalami beberapa kali erupsi. Yakni pada pukul 07.22 WIB, 06.51 WIB, 06.48 WIB, 06.43 WIB, 06.38 WIB, 06.30 WIB, 08.05 WIB, dan 10.45 WIB dengan ketinggian letusan yang berbeda-beda.
Gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut juga mengalami erupsi pada pukul 07.41 WIB. Erupsi itu dengan letusan setinggi 700 meter di atas puncak dan kolom abu yang terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.
Erupsi yang hampir terjadi setiap hari ini tidak mengganggu aktivitas warga yang tinggal di lereng gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Muhammad Wafid sebelumnya mengatakan bahwa awan panas dan guguran lava pijar masih terjadi di Gunung Semeru. Namun, fenomena ini jarang teramati secara visual karena cuaca sering berkabut.
“Berdasarkan analisis dan evaluasi, tingkat aktivitas Gunung Semeru tetap pada Level III atau Siaga. Atau dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini,” jelasnya.
Imbauan bagi Warga
Pihaknya merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara. Atau sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Selain itu, imbauan kepada masyarakat juga untuk tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai). Atau sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Larangan bagi warga untuk beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Kemudian potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News.








