Bandar Lampung (Lampost.co) – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya menyusun mitigasi bencana. Hal itu untuk menyukseskan Pilkada Serentak 27 November 2024.
Kemudian ia mengatakan mitigasi bencana bagi daerah yang memang masuk dalam kategori rawan bencana. Upaya ini agar ketika terjadi bencana, pihak terkait termasuk penyelenggara pemilu memiliki skenario penanganan. Sehingga pilkada tetap berjalan lancar.
“Jadi pergeseran TPS (Tempat Pemungutan Suara) seperti apa skenarionya. Apabila ada hal-hal yang di luar kemampuan kita yang terjadi karena bencana,” kata Bima, Jumat, 22 November 2024.
Baca Juga :
https://lampost.co/lamban-pilkada/bawaslu-lakukan-patroli-pengawasan-masa-tenang-jelang-pencoblosan/
Selanjutnya Bima mengungkapkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memiliki sejumlah indikator. Untuk mengukur tingkat kerawanan masing-masing daerah. Hal ini baik dari aspek kerawanan sosial, politik, maupun bencana alam.
“Jadi ada 27 indikator yang digunakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Untuk mengukur tingkat kerawanan pilkada pada hari ini,” jelas Bima.
Kemudian, ia juga menjelaskan sejumlah aspek penting yang perlu menjadi perhatian dalam menyukseskan Pilkada Serentak 2024. Hal itu seperti memastikan logistik pilkada terdistribusi dengan baik.
Lalu, perlunya memaksimalkan upaya jemput bola penggunaan hak pilih. Bagi pemilih pemula, lansia, disabilitas, dan kelompok marginal. Tak hanya itu, Bima juga menekankan pentingnya menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Sehingga tidak berpihak kepada pasangan calon tertentu. Dengan demikian, para ASN bisa tetap fokus melayani masyarakat.








