Bandar Lampung (Lampost.co) — Komisi X DPR mengungkapkan telah menerima dua nama calon pemain naturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia. Wakil Ketua Komisi X, Lalu Hadrian Irfani, mengonfirmasi PSSI sudah menyerahkan surat permohonan calon pemain naturalisasi tersebut.
Poin Penting:
-
Komisi X DPR menerima dua nama calon pemain naturalisasi dari PSSI.
-
Identitas pemain belum diungkapkan sebelum raker dengan PSSI.
-
Dua pemain kemungkinan besar akan bergabung dengan Timnas U-20.
“Betul, ada dua nama calon pemain naturalisasi yang baru masuk ke kami di Komisi X,” ujar Lalu saat dikonfirmasi, Minggu, 12 Januari 2025.
Kemungkinan untuk Timnas U-20
Meskipun demikian, Lalu belum dapat memastikan tim mana yang akan kedua pemain naturalisasi tersebut perkuat. Namun, ia mengindikasikan kemungkinan besar mereka akan bergabung dengan Timnas U-20. “Sepertinya untuk U-20,” ujarnya.
Baca juga: Debut 3 Pemain Naturalisasi Baru Era Kluivert Melawan Australia
Belum BIsa Memublikasikan
Lalu juga mengungkapkan telah mengetahui identitas kedua pemain naturalisasi tersebut. Namun, ia menegaskan belum bisa memublikasikan informasi tersebut sebelum menggelar rapat kerja (raker) dengan PSSI. “Sudah ada namanya, tapi kami belum bisa sampaikan sebelum raker dengan PSSI,” katanya.
Raker dengan PSSI dan Kemenpora
Rencananya, raker antara Komisi X DPR, PSSI, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada 21 Januari 2025. Selain membahas soal pemain naturalisasi, raker tersebut juga akan membahas pemecatan pelatih Shin Tae-yong dan pengangkatan pelatih baru, Patrick Kluivert. Lalu berharap kehadiran Kluivert akan memperlancar langkah Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026.
Sudah Beredar
Informasi mengenai dua nama calon pemain naturalisasi ini sebelumnya telah beredar di kalangan media. Kedua pemain yang disebut-sebut adalah Dion Markx dan Tim Geypens. Isunya, kedua pemain akan memperkuat Timnas Indonesia di ajang Piala Asia U-20 dan sudah bertemu langsung Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai hal tersebut hingga kini.