Bandar Lampung (lampost.co)–PTPN I Regional 7 mengusung kepemimpinan yang kuat namun humanis sebagai panduan kinerja operasional. Region Head PTPN I Regional 7 Tuhu Bangun menyampaikan hal itu melalui keterangan tertulis kepada Lampost.co, Sabtu, 18 Januari 2025.
Tuhu mengatakan, seorang pemimpin, di level manapun, jika tidak ada keberanian mengambil risiko dan memilih berada di zona nyaman, akan tergilas zaman dan akan menjadi penghambat perkembangan dan pertumbuhan perusahaan.
“Kita bersyukur kinerja 2024 cukup baik dan berhasil mencatatkan keuntungan, tetapi perlu kerja keras sampai ke posisi aman sebagai perusahaan yang sustainable. Untuk itu, kita butuh terobosan dan kepemimpinan yang kuat tetapi tetap mengedepankan sisi-sisi kemanusiaan. Pemimpin yang kuat itu yang berani mengambil risiko dengan mitigasi yang tepat. Sebab, rumusnya sangat jelas, yakni no risk no returned, kalau kita tidak ambil risiko, maka tidak akan mendapat keuntungan” kata Tuhu Bangun.
Strong Humanity
Namun demikian, Tuhu Bangun memberi catatan tentang apa yang ia sebut strong-humanity leadership. Seorang pemimpin yang kuat, harus memiliki pengetahuan yang luas, pengalaman yang cukup, kepekaan tinggi, pola pikir terbuka, sikap respek, dan bertanggung jawab. Sebab, model kepemimpinan seperti ini, memiliki risiko yang tinggi. Dari risiko tinggi seorang pemimpin, akan ada dua kemungkinan yang akan terjadi, yakni sukses atau gagal.
“Ada istilah, pelaut yang tangguh pasti akrab dengan gelombang tinggi dan badai. Demikian juga kita, ketika mendapat amanah sebagai pemimpin harus punya nyali. Tentu, dengan mitigasi yang tepat dan tetap berpegang kepada yuridis formal, etika budaya setempat, serta standar good corporate governance. Bikin rencana yang matang, mitigasi yang akurat, eksekusi. Jika ada risiko, itu urusan lain,” kata dia.
Tradisi Baru
Tuhu Bangun menginisiasi acara coffee morning yang merupakan tradisi baru di PTPN I Regional 7 untuk menyatukan visi kinerja di awal tahun 2025. Mengambil tema “Change Vision, Satukan Visi untuk Mendukung Pencapaian Sasaran Kinerja 2025”, PTPN I Regional 7 bertekat mencapai target RKAP 2025 sehingga kinerja memasuki fase keberlanjutan atau sustainable.
Pada paparan operasional, SEVP Operation Wiyoso menyampaikan laporan evaluasi kinerja 2024 secara umum, kondisi terkini manajemen, dan proyeksi kinerja 2025 yang telah disepakati dan ditetapkan dalam RKAP. SEVP yang sebelumnya menjabat Kabag. Tanaman ini menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang pada periode 2024 telah bekerja keras untuk mencapai kinerja terbaik.
Ia melaporkan, kinerja keuangan PTPN I Regional 7 pada 2024 berkinerja baik. Hal ini didukung oleh kinerja operasional yang meningkat 11 persen pada komoditas karet dibanding tahun 2023 dan 17 persen untuk komoditas teh dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, secara operasional perusahaan juga mendapat tambahan keuntungan dari optimalisasi aset, baik KSO dengan PTPN IV yang mengelola kelapa sawit dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang mengelola tebu.
“Kita telah meletakkan pondasi yang kuat untuk kita jalankan pada 2025. Itulah mengapa pada RKAP 2025 kita pasang angka optimistis, untuk meraih laba yang lebih tinggi lagi. Angka ini harus kita perjuangkan dengan segenap kemampuan. Salah satu faktor yang bisa mendorong pencapaian itu adalah kepemimpinan yang kuat. Alhamdulillah saat ini kita punya roll model, yakni Pak RH,” kata dia.








