Jakarta (Lampost.co)—Polisi menahan 59 perusuh sepak bola Prancis untuk mencegah aksi kekerasan sebelum pertandingan Liga Champions antara VfB Stuttgart dan PSG. Demikian pengumuman kepolisian Stuttgart.
“Sebelum pertandingan, sudah terlihat jelas bahwa para perusuh sepak bola Prancis dan Jerman dari kedua klub ingin mengambil keuntungan dari pertandingan terakhir fase grup Liga Champions, untuk melakukan perkelahian serius di luar stadion,” demikian pernyataan kepolisian Stuttgart yang AFP kutip.
Pengecekan tertarget telah pihak berwenang lakukan pada Selasa (28/1) untuk mencegah para penggemar yang berniat melakukan kekerasan.
Baca juga: Demi Lolos Otomatis, Bayern Muenchen Incar Kemenangan Kontra Slovan Bratislava
Kepolisian mengatakan mereka melakukan penahanan setelah melakukan pengecekan tertarget di hotel-hotel dan stasiun-stasiun kereta api. Pihak kepolisian juga mengonfirmasi bahwa sebanyak 47 “penggemar dengan risiko tinggi” dari Stuttgart dilarang menyaksikan pertandingan itu di stadion.
Sejumlah penggemar Stuttgart berusaha membuntuti para penggemar PSG dan mereka dilarang memasuki pusat kota serta area-area di dekat stadion.
“Siapa pun yang datang ke Stuttgart untuk melakukan aksi kejahatan kriminal di luar lapangan akan kami ikeluarkan dari pertandingan,” ujar Wakil Presiden Polisi Carsten Hoefler.
Hakim telah menyetujui permohonan untuk menahan 59 orang di tahanan kepolisian sampai Kamis (30/1/2025) pagi.
Juara Liga Prancis PSG melawat ke Stuttgart untuk memainkan pertandingan terakhir fase liga di ajang Liga Champions.
Kedua tim sama-sama memiliki 10 poin. Meski hasil imbang terlihat akan cukup untuk membawa mereka melaju ke fase gugur, kemenangan akan memastikan kelolosan mereka. Stuttgart menghuni posisi ke-24 dengan 10 poin, sedangkan PSG di posisi ke-22, juga dengan 10 poin.








