• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 26/01/2026 21:34
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Lampung

Pembangunan Kota Baru Harus Mengedepankan Keberlanjutan Lingkungan

Pemerintah Provinsi Lampung berupaya melanjutkan pembangunan Kota Baru, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.

Triyadi IsworoUmar RobbanibyTriyadi IsworoandUmar Robbani
03/02/25 - 20:15
in Lampung, Lampung Timur, Lampung Utara
A A
Peneliti Pusat Studi Kota dan Daerah (PSKD) Erina Noviani

Peneliti Pusat Studi Kota dan Daerah (PSKD) Erina Noviani

Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung berupaya melanjutkan pembangunan Kota Baru, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Saat ini sedang pengajuan agar menjadi salah satu proyek strategis nasional (PSN). Terkait hal itu, pemerintah wajib mengedepankan pembangunan yang berkelanjutan dengan memperhatikan lingkungan.

 

Peneliti Pusat Studi Kota dan Daerah (PSKD), Erina Noviani mengungkapkan. Awalnya pembangunan Kota Baru bertujuan untuk mengurangi kepadatan Kota Bandar Lampung. Namun, penting untuk mengevaluasi relevansi tujuan itu dengan kondisi saat ini.

 

“Kejelasan tujuan menjadi faktor krusial dalam pembangunan perkotaan. Karena tanpa arah yang jelas, proyek ini tidak akan menghasilkan perubahan yang signifikan,”katanya, Senin, 3 Februari 2025.

 

Kemudian secara garis besar, konsep yang harus diterapkan mencakup smart city dan digitalisasi. Ini untuk meningkatkan efisiensi serta kenyamanan hidup. Pembangunan harus berjalan dengan berbasis masyarakat mengingat adanya populasi yang cukup besar. Serta solusi berbasis alam sebagai bagian dari visi kota masa depan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. 

 

“Konsep solusi berbasis alam perlu menjadi opsi utama dalam perencanaan Kota Baru. Selama ini, banyak konsep pembangunan Indonesia yang kurang memperhatikan keterlibatan alam dalam prosesnya,” katanya.

 

Banyak Faktor

Lalu menurutnya, perlu keterlibatan berbagai pihak dalam perencanaan untuk meminimalisir kesalahan. Sehingga dapat menghindari kemungkinan Kota Baru menjadi proyek yang tidak efisien atau bahkan masuk dalam kategori kota gagal. Oleh karena itu, beberapa hal penting harus menjadi perhatian agar pembangunan Kota Baru tidak menimbulkan masalah pada masa mendatang.

 

“Pertama, perencanaan tata ruang atau master plan yang matang menjadi kunci utama yang tidak dapat diganggu gugat,” jelasnya.

 

Selanjutnya perencanaan penting untuk memastikan pembangunan berjalan dengan baik. Seperti kajian lingkungan dan analisis risiko bencana. Termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta pendekatan berbasis risiko. Hal ini bertujuan untuk menghindari eksploitasi lahan yang dapat merusak ekosistem atau meningkatkan potensi bencana. Sehingga Kota Baru siap menghadapi tantangan pada masa depan.

 

“Kedua, setelah perencanaan dasar tersusun dengan baik. Langkah berikutnya adalah memastikan ketersediaan infrastruktur dasar,” ujarnya.

 

Lalu ketiga, agar Kota Baru dapat menjadi kota masa depan yang kompetitif. Perlu mengadopsi teknologi modern dalam perencanaannya. Dengan menerapkan konsep smart city, kota ini dapat mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital. Ini untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik, pengelolaan sumber daya, serta daya saing tingkat global.

 

“Terakhir, keberlanjutan ekonomi dan investasi jangka panjang juga harus menjadi perhatian utama,” tuturnya.

 

Perencanaan ekonomi yang strategis perlu untuk mendorong investasi berkelanjutan serta menciptakan lapangan kerja. Sehingga Kota Baru tidak hanya berkembang pada tahap awal pembangunan. Tetapi juga memiliki daya hidup jangka panjang dan tidak menjadi kota mati setelah dibangun.

Tags: Erina NovianiKecamatan Jati AgungKota Bandar Lampungkota baruLampung SelatanlingkunganPEMBANGUNANPembangunan berkelanjutanpemerintah provinsi lampungPeneliti Pusat Studi Kota dan Daerahproyek strategis nasionalPSKDPSNsmart city
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Itera Jajaki Kerja Sama dengan Dinkes Lampung soal Penanganan Malaria   

Itera Jajaki Kerja Sama dengan Dinkes Lampung soal Penanganan Malaria  

byWandi Barboyand1 others
26/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Program Studi Teknik Biomedis Institut Teknologi Sumatera (Itera) mulai menjalin komunikasi untuk membangun kerja sama strategis dengan...

Dorong Integrasi Kebijakan Daerah Atasi Malaria

Dorong Integrasi Kebijakan Daerah Atasi Malaria

byWandi Barboyand1 others
26/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Perencana Ahli Madya Bappeda Provinsi Lampung, Decky Ferdiansyah, menegaskan pentingnya integrasi kebijakan pembangunan daerah dengan agenda nasional...

Dinkes Lamsel Pertahankan Status Daerah Eliminasi Malaria

Dinkes Lamsel Pertahankan Status Daerah Eliminasi Malaria

byWandi Barboyand1 others
26/01/2026

Kalianda (Lampost.co): Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Selatan berupaya mempertahankan status Lampung Selatan (Lamsel) sebagai daerah eliminasi malaria. Pihak dinkes...

Berita Terbaru

Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), Senin (26/1/2026).
Ekonomi dan Bisnis

DPR Tetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI

byNur
26/01/2026

Jakarta (Lampostr.co)— Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah melalui uji kelayakan...

Read moreDetails
Menkeu Purbaya

Menkeu Purbaya Ancam Pangkas Anggaran Kementerian Perhubungan

26/01/2026
Kembangkan Sistem Diagnosis Berbasis AI

Kembangkan Sistem Diagnosis Berbasis AI

26/01/2026
Itera Jajaki Kerja Sama dengan Dinkes Lampung soal Penanganan Malaria   

Itera Jajaki Kerja Sama dengan Dinkes Lampung soal Penanganan Malaria  

26/01/2026
Dorong Integrasi Kebijakan Daerah Atasi Malaria

Dorong Integrasi Kebijakan Daerah Atasi Malaria

26/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.