Berbeda dengan kampus konvensional yang memakan waktu lama, Akom ITECH Metro menawarkan program singkat 1 hingga 2 tahun.
Metro (Lampost.co)–Wajah pendidikan di Kota Metro kini makin berwarna dengan hadirnya Akademi Komunitas (Akom) ITECH Metro. Lembaga pendidikan vokasi yang beralamat di Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Metro Pusat ini resmi beroperasi pada Selasa, 5 Mei 2026, membawa misi besar: memutus rantai pengangguran terdidik melalui kurikulum berbasis kompetensi nyata.
Perjalanan Akom ITECH Metro tidak terjadi dalam semalam. Elda Susilowati Tambara, direktur Akom ITECH Metro, mengungkapkan institusi ini merupakan hasil evolusi panjang dari lembaga kursus dan pelatihan (LKP).
Sejak tahun 2022, pihaknya telah melewati berbagai fase verifikasi ketat dan pembinaan dari Pemerintah Pusat.
“Dunia industri tidak lagi bertanya tentang gelar, melainkan apa yang bisa dikerjakan. Kami bertransformasi untuk menjawab tantangan zaman di mana kompetensi praktis menjadi mata uang utama,” ujar Elda dalam seremoni peresmian tersebut.
Berbeda dengan kampus konvensional yang memakan waktu lama, Akom ITECH Metro menawarkan program singkat 1 hingga 2 tahun. Sebagai langkah awal, program studi D2 Desain Digital menjadi unggulan.
Kurikulum dirancang untuk mencetak tenaga profesional siap pakai seperti digital marketer dan SEO specialist. Terlebih lagi nantinya akan menguasai content writer dan juga ads specialist.
Elda menegaskan mahasiswa tidak akan sekadar dijejali teori, tapi fokus pada praktik lapangan, sertifikasi kompetensi, hingga bantuan penyaluran kerja.
Hadir dalam peresmian tersebut Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana. Dalam sambutannya, ia memberikan catatan kritis bagi dunia pendidikan saat ini yang sering hanya mengejar formalitas ijazah tanpa memperhatikan kesiapan mental dan skill lulusannya.
“Sekarang bukan lagi zamannya bertanya ‘kamu lulusan mana’, tapi ‘kamu bisa apa’. Akom ITECH harus menjadi laboratorium masa depan di mana mahasiswa belajar menyelesaikan masalah nyata di masyarakat, bukan sekadar duduk di kelas,” ujar Rafieq.
Ia juga berharap kampus ini mampu mendorong digitalisasi UMKM di Metro. Menurutnya, dampak nyata bagi ekonomi lokal adalah indikator keberhasilan yang sesungguhnya bagi sebuah institusi pendidikan.
Meski mendapat sambutan baik Pemerintah Kota Metro, Rafieq mengingatkan agar euforia peresmian ini harus berbarengan dengan komitmen jangka panjang. Ia menyoroti banyak lembaga pendidikan yang kehilangan arah karena kurikulumnya tidak lagi selaras (link and match) dengan kebutuhan industri yang terus berubah.
“Ujian sebenarnya bagi Akom ITECH Metro bukan hari ini, melainkan saat para lulusannya terjun ke masyarakat. Apakah mereka terserap kerja atau justru menambah angka pengangguran? Kualitas harus tetap terjaga,” ujarnya.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update