Pesawaran (Lampost.co)—Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada masyarakat transmigran asal Jawa Tengah yang telah berkontribusi besar dalam membangun Provinsi Lampung. Dia menyampaikan hal tersebut saat kunjungan ke Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Rabu (7/1/2026).
Poin penting:
- Gubernur Jawa Tengah mengapresiasi kontribusi transmigran asal Jateng dalam pembangunan Lampung.
- Transmigran berhasil beradaptasi, menjaga kebinekaan, dan memperkuat persatuan dengan masyarakat lokal.
- Dukungan pelestarian sejarah transmigrasi diwujudkan melalui perhatian terhadap Museum Nasional Transmigrasi.
Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi menyapa langsung masyarakat transmigrasi asal Jawa Tengah. Hal itu sebagai bagian dari agenda silaturahmi dan napak tilas sejarah transmigrasi. Ia mengaku tertarik dengan perjalanan panjang transmigrasi yang telah membentuk wajah sosial dan ekonomi Lampung hingga saat ini.
“Saya sangat tertarik dengan sejarah panjang transmigrasi yang telah membentuk wajah sosial dan ekonomi Lampung, sejak awal hingga sekarang,” ujar Ahmad Luthfi.
Baca juga: Pemprov Jawa Tengah Jalin Kerja Sama dengan Pemprov Lampung, Fokus Bidang Ekonomi
Menurutnya, masyarakat transmigran asal Jawa Tengah yang datang sejak era 1970-an, bahkan sebelum itu, telah berhasil menyatu dengan masyarakat lokal dan pendatang lainnya. Mereka bersama-sama membangun desa, daerah, hingga turut memperkuat fondasi pembangunan Provinsi Lampung, termasuk di wilayah Pesawaran yang terkenal dengan sebutan Bumi Andan Jejama.
Ahmad Luthfi menilai keberhasilan para transmigran beradaptasi dan menetap di Lampung tanpa keinginan kembali ke daerah asal menunjukkan keberhasilan program transmigrasi sebagai bagian dari pembangunan nasional.
“Inilah kebinekaan Indonesia yang patut kita rawat. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Masyarakat perantau mampu menyesuaikan diri dan hidup berdampingan dengan suku mana pun,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah juga berdialog langsung dengan warga transmigran di Desa Bagelen. Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya, ia menyerahkan bantuan berupa alat musik tradisional gamelan kepada masyarakat setempat.
Agenda kunjungan kemudian berlanjut dengan peninjauan Museum Nasional Transmigrasi di Gedongtataan. Di lokasi tersebut, Ahmad Luthfi melihat langsung koleksi dan dokumentasi sejarah perjalanan transmigrasi di Indonesia. Ia pun menginstruksikan Bank Jateng untuk memberikan dukungan pendanaan guna menjaga dan merawat museum. Dengan begitu nilai-nilai sejarah transmigrasi tetap lestari dan generasi mendatang tetap mengenal sejarahnya.
Pada kunjungan Gubernur Jateng ini turut mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian, serta Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali.








