Hari Kartini, Srikandi PLN Dorong Perempuan Berdaya dalam Ekonomi dan Lingkungan Berkelanjutan

Editor Adi Sunaryo
Rabu, 22 April 2026 21.39 WIB
Hari Kartini, Srikandi PLN Dorong Perempuan Berdaya dalam Ekonomi dan Lingkungan Berkelanjutan
Srikandi PLN hadir di tengah masyarakat, membawa edukasi layanan kelistrikan melalui PLN Mobile serta promo tambah daya untuk mendukung UMKM agar semakin produktif dan berdaya saing.

Bandar Lampung (Lampost.co)– PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung melalui gugus tugas Srikandi (Srikandi PLN) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi perempuan melalui pengelolaan dan monetisasi sampah yang terintegrasi dengan pengembangan UMKM.

Pelaksanaannya bertepatan dengan hari kartini. Program ini menyasar komunitas emak pengelola sampah di Gang Kelana, yang sebagian juga merupakan pelaku UMKM sebagai motor penggerak ekonomi berbasis komunitas.

Baca juga: Jelang Hari Buruh, PLN Perkuat Tim Yantek untuk Jaga Keandalan Listrik

Dalam kegiatan ini, Srikandi PLN menggelar sosialisasi pemanfaatan aplikasi PLN Mobile guna mempermudah akses layanan kelistrikan secara digital bagi pelaku usaha. PLN juga menghadirkan program promo tambah daya listrik hingga 50 persen untuk meningkatkan kapasitas produksi UMKM agar lebih produktif dan berdaya saing.

Berkolaborasi dengan Rumah BUMN Bandar Lampung, peserta sosialisasi yang juga pelaku UMKM mendapat kesempatan untuk bergabung dalam program pembinaan berkelanjutan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN. Pembinaan ini mencakup peningkatan kualitas produk hingga strategi pemasaran yang adaptif di era digital.

Melalui sosialisasi PLN Mobile dan promo tambah daya, Srikandi PLN mendorong perempuan untuk semakin mandiri dan produktif dalam mengembangkan usaha.

Penguatan ekonomi turut dilakukan melalui kolaborasi dengan Kelompok Bank Sampah Emak.id Unit Gang Kelana dalam pengelolaan sampah rumah tangga berbasis komunal. Sampah yang telah dipilah dikumpulkan, ditimbang, dan diberikan nilai jual. Sehingga mampu menghasilkan tambahan pendapatan bagi para Kartini anggota komunitas.

Hingga saat ini, tonase sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai lebih kurang kertas 2,5 ton, plastik 4,2 ton, metalik 1,5 ton, serta jelantah 230 kg. Capaian ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bakung.

Peran Perempuan

Ketua Srikandi PLN, Tarti Mudiani, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas. “Melalui Aksi Srikandi ini, kami ingin mendorong perempuan menjadi pelaku utama ekonomi yang mandiri. Pengelolaan dan monetisasi sampah menjadi langkah konkret dalam menciptakan nilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan,” ujar Tarti.

Salah satu peserta kegiatan, Ibu Anik mengungkapkan antusiasmenya setelah mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.

Antusiasme para ibu di Gang Kelana menjadi bukti bahwa perempuan adalah penggerak perubahan. Melalui sosialisasi PLN Mobile, promo tambah daya, dan penguatan UMKM berbasis lingkungan, Srikandi PLN terus mendorong lahirnya ekonomi komunitas yang mandiri dan berkelanjutan.

“Saya sangat senang bisa ikut kegiatan ini. Selain mendapatkan informasi tentang kemudahan layanan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile. Kemudian ada promo diskon tambah daya listrik yang sangat membantu. Kami juga jadi lebih paham bagaimana mengembangkan usaha melalui Rumah BUMN. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami para ibu,” ujar Anik.

Melalui inisiatif ini, Srikandi PLN memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan perempuan dan pengembangan ekonomi berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.

Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI