Bandar Lampung (Lampost.co)–Mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi dari desa, sejumlah program yang berlokasi di Desa Pancatunggal, Kecamatan Merbaumataram, Lampung Selatan berdampak positif bagi masyarakat sekitar terutama kelompok wanita tani (KWT) bentukan Project Hakaaston ruas Bakter.
Manager Public Affairs M. Alkautsar menyebutkan bahwa program kesinambungan dan keberlanjutan bagi desa yang berdampingan dengan ruas Tol Bakter menjadi perhatian serius. Ia menegaskan bahwa keberadaaan tol harus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Alhamdulillah kita sudah melaksanakan kegiatan ketahanan pangan di Desa Pancatunggal memanfaatkan lahan-lahan tidur di sejumlah pekarangan rumah warga. Kemudian kita tanami sayur-sayuran yang di peroleh dari hasil penjulan limbah botol plastik yang ada di ruas Bakter,” ujarnya.
Baca Juga: Kendaraan Melintas Tol Bakter Capai 759.844 Unit hingga H+4 Lebaran
Alkausar menyebutkan limbah botol plastik juga terkelola menjadi produk ekonomi kreatif. Botol tersebut dijadikan kursi sehingga menghasilkan nilai ekonomis yang lebih tinggi.

“Kami telah bekerjsama dengan penggiat limbah di Lampung Selatan dan juga Dinas Lingkungan Hidup untuk pengembangan produk inovasi dari limbah botol. Kedepan kami kembangkan melalui sejumlah kanal pemasaran agar hasil produk dapat termanfaatkan oleh masyarakat luas,” imbuhnya.
Terakhir ia juga menjelaskan, bahwa PT Hakaaston ruas Bakter sebagai Operator Maintanance and Operation dari PT Bakauheni- Terbanggi Besar (BTB) menjamin bahwa kenyamanan keamanan dan kondusivitas menjadi prioritas utama di sepanjang 0 KM – 140 KM.
“Semangat kolaborasi, Inovaai dan sinergi lintas sektoral menjadi landasan kami mengajak semua pihak turut bersama membangun citra positif bagi Provinsi Lampung melalui Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di ruas Bakter,” ucapnya.