Jakarta (Lampost.co) — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo kembali membuktikan kinerja solidnya. BUMN kepelabuhanan terbesar di Tanah Air ini masuk daftar Fortune Indonesia 100 tahun 2025, yang merangkum 100 perusahaan dengan kinerja terbaik sepanjang tahun fiskal 2024.
Poin Penting:
-
Pelindo masuk Fortune Indonesia 100 tahun 2025.
-
Peringkat ke-4 kategori infrastruktur, peringkat ke-37 perusahaan terbesar.
-
Komitmen lingkungan atas konservasi lamun, mangrove, terumbu karang, habitat dugong.
Majalah Fortune Indonesia menempatkan Pelindo di peringkat ke-4 kategori infrastruktur dan posisi ke-37 dari 100 perusahaan terbesar Indonesia berdasarkan pendapatan. Prestasi ini mempertegas peran Pelindo sebagai penggerak sektor maritim dan logistik nasional.
Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono, menegaskan pencapaian ini lahir dari strategi bisnis yang konsisten. “Masuknya kembali Pelindo ke daftar Fortune Indonesia 100 menjadi motivasi tambahan. Kami akan terus memperkuat pelayanan, meningkatkan daya saing, mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, serta memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Pelindo Panjang Back-to-Back Juara Liga Minisoccer Kapolda Lampung
Pendapatan dan Kontribusi Negara
Sepanjang 2024, pendapatan usaha Pelindo mencapai Rp34,8 triliun. Kontribusi kepada negara pun signifikan, yakni Rp7,47 triliun yang terdiri dari setoran dividen, PNBP, konsesi, hingga pajak.
Pertumbuhan ini tidak terlepas dari kinerja operasional Pelindo di berbagai lini layanan pelabuhan. Lalu lintas peti kemas dan kargo multipurpose mencatatkan tren positif.
Arif merinci arus peti kemas pada 2024 mencapai 18,8 juta TEUs, naik 7 persen dari 2023. Sementara arus barang tumbuh hingga 201 juta ton, atau meningkat 18 persen dari tahun sebelumnya.
Komitmen Lingkungan dan Masyarakat
Selain kinerja bisnis, Pelindo juga berkomitmen menjaga kelestarian ekosistem laut di wilayah operasional. Program yang berjalan mencakup konservasi padang lamun, mangrove, terumbu karang, hingga perlindungan habitat dugong di Bintan, Kepulauan Riau.
Arif menekankan pelabuhan tidak dapat terpisahkan dari laut. Karena itu, menjaga lingkungan pesisir menjadi tanggung jawab utama agar aktivitas pelabuhan berkelanjutan. Upaya ini juga membuka peluang wisata edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat pesisir serta memperkuat kolaborasi sosial.








