Bandar Lampung (Lampost.co)—Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung. Hal tersebut ditandai dengan kedatangan Gubernur Jawa Tengah, Komjen (Purn.) Ahmad Luthfi, ke Provinsi Lampung.
Sebelumnya, pada Juni 2025 lalu Gubernur Jateng melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan tiga gubernur, yakni Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad; Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal; dan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos.
Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng, Komjen (Purn.) Ahmad Luthfi mengatakan kerja sama yang dilakukan mencakup berbagai bidang, sesuai dengan potensi dan tipologi (kesamaan ciri-ciri atau kekhususan) masing-masing daerah.
Untuk Provinsi Lampung sendiri, kerja sama yang akan dikembangkan meliputi bidang investasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ketahanan pangan, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Selain empat bidang tersebut, rencananya masih ada tiga bidang yang akan dikerjasamakan, yakni pariwisata, perindustrian dan perdagangan, serta pertanian dan perkebunan,” kata Gubernur Jateng di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Selasa, 6 Januari 2026.
Role Model
Ia mengatakan kerja sama yang terjadi akan menjembatani konektivitas antardaerah. Harapannya hal ini dapat berdampak positif pada peningkatan efektivitas investasi, sehingga kerja sama ini mampu menumbuhkembangkan ekonomi di masing-masing wilayah.
“Ini juga akan menstabilkan investasi. Kalau kita mempunyai kerja sama, akan mendukung terkait dengan pertumbuhan ekonomi baru,” kata dia.
Harapannya, ujar dia, kerja sama antara daerah Jawa Tengah dan Lampung, bisa menjadi role model kerja sama dengan wilayah lainnya.
Ia juga mengatakan kerja sama di empat bidang pada tahap awal tersebut mencapai lebih dari Rp500 miliar tiap bulannya.
“Dalam kurun waktu empat tahun, total nilai kerja samanya akan mencapai Rp28 triliun. Harapannya angka ini bisa mendongkrak perekonomian masing-masing daerah yang kami ajak kerja sama,” kata dia.
Ia juga mengungkapkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) sudah melakukan pembahasan awal terkait dengan realisasi kerja antara dua daerah tersebut.
“Kami akan lebih memperdalam pemanfaatan potensi pasar di luar daerah,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama dengan provinsi lain perlu karena Lampung dan Jateng akan menjalin konektivitas.
“Salah satunya masyarakat Jateng yang ada di Lampung banyak sekali, artinya kaki dipijak maka langit dijunjung. Perkembangan ekonomi wilayah Lampung dan Jateng secara bersama bisa berkembang,” ujar dia.
Sementara itu, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengatakan melalui kerja sama antara Provinsi Jateng dan Lampung, harapannya mampu menjadikan peningkatan ekonomi dan masif bagi dua daerah.
“Gubernur Jawa Tengah akan menakhodai ini sampai nanti kita perluas dengan provinsi yang lain. Ini juga bagian usaha kita secara konsisten untuk mengimplementasikan Astacita Presiden dan Wakil Presiden,” kata dia.
“Harapannya, kerja sama ini bisa membuahkan hasil yang baik karena semua provinsi yang terlibat menggarapnya dengan serius,” ujar dia.








