Bandar Lampung (Lampost.co)–Memperingati Hari Pelaut Sedunia, General Manager Pelindo Regional 2 Panjang dan Kepala KSOP Kelas 1 Panjang Hot Marojahan Hutapea beserta jajaran berkeliling area DLKR/DLKP Pelabuhan Panjang menggunakan Tug Boat Batavia I.
Kegiatan memperingati Hari Pelaut Sedunia setiap 25 Juni. Ini merupakan bentuk simbolisasi terhadap peran krusial para pelaut dalam menggerakkan perdagangan global, menjaga stabilitas rantai pasok, dan menghadapi tantangan laut lepas. Penetapan Hari Pelaut Sedunia oleh International Maritime Organization (IMO) pada tahun 2010. Ini bertepatan dengan adopsi Manila Amendments to the STCW Convention and Code. Yakni regulasi internasional yang mengatur pelatihan, sertifikasi, dan pengawasan terhadap pelaut. Aturan ini menjadi dasar penting dalam peningkatan kualitas SDM pelaut dan keselamatan kerja di industri pelayaran.
Kepala KSOP Kelas 1 Panjang menyebutkan catatan sejarah menunjukkan pelayaran laut pertama terjadi sekitar tahun 3200 SM dan didanai oleh Firaun Mesir bernama Snefru. Ia merupakan pembangun tiga piramida selama masa pemerintahannya. Hari Pelaut Sedunia atau Hari Pelaut Internasional, ditetapkan Organisasi Maritim Internasional (IMO) pada tahun 2010. Tujuan utamanya untuk menghargai kontribusi besar para pelaut terhadap perdagangan dan ekonomi global.
Baca Juga: PT Pelindo Regional 2 Panjang Berikan Bantuan kepada Penderita Lumpuh
Selain itu, hari ini juga menjadi momen untuk mengenang pengorbanan para pelaut yang sering bekerja jauh dari keluarga. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan tantangan yang mereka hadapi. Termasuk ancaman perompakan dan kondisi kerja yang tidak selalu aman.
General Manager Pelindo Regional 2 Panjang mengatakan peringatan hari Pelaut Sedunia ini sebagai simbolisasi terhadap perjuangan para pelaut. Tetutama dalam menjaga stabilitas rantai pasok, dan menghadapi tantangan laut lepas. Dengan menjadi bagian dari kekuatan maritim Indonesia, pelaut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, diplomasi maritim, dan pemanfaatan potensi maritim untuk kesejahteraan masyarakat.
Pelaut berperan penting dalam pengangkutan lebih dari 90% barang dagangan dunia dengan memastikan keberlanjutan rantai pasok global. Sehingga mampu mendukung perkembangan ekonomi negara-negara di seluruh dunia.
Peringatan ini dilanjutkan dengan pemberian cinderamata kepada Captain Kapal Batavia l dan seluruh kru kapal dan foto bersama.